Kompas.com - 29/03/2022, 09:20 WIB

KOMPAS.com - Loenardo Bonucci menyoroti format kualifikasi yang membuat timnas Italia gagal ke Piala Dunia 2022.

Timnas Italia terpaksa mengubur impian mereka untuk tampil di Piala Dunia 2022 dalam-dalam.

Setelah hanya menjadi runner-up Grup C di putaran reguler kualifikasi, mereka terhenti di babak play-off zona Eropa Path C.

Timnas Italia dijegal oleh tim yang secara kualitas sebenarnya berada di bawah mereka, yakni Makedonia Utara.

Gli Azzurri menyerah 0-1 dari Makedonia Utara di hadapan pendukung sendiri yang memadati Stadion Renzo Barbera, Jumat (25/3/2022) dini hari WIB.

Baca juga: Ambisi Roberto Mancini Usai Gagal Bawa Italia ke Piala Dunia 2022

Kekalahan itu sungguh menyakitkan karena gawang Italia kawalan Gianluigi Donnarumma jebol pada menit ke-90+2. 

Adalah gol striker Makedonia Utara Aleksandar Trojkovski yang membuat sang juara Euro 2020 itu tertnduk lesu.

Ini adalah kali kedua secara beruntun timnas Italia gagal mencapai putaran final Piala Dunia.

Sebelumnya, Italia juga tidak sanggup melangkah ke Piala Dunia 2018 Rusia karena disingkirkan Swedia pada babak playoff.

Semua elemen timnas Italia kecewa karena kegagalan ini, tak terkecuali bek Leonardo Bonucci.

Baca juga: Mancini Beri Konfirmasi Akan Selesaikan Kontrak bersama Timnas Italia

Defender Juventus itu sebenarnya tidak mau cari alasan atas tersingkirnya Italia, tetapi dia menyoroti format kualfikasi yang menurutnya kurang fair.

"Kami memainkan semuanya dalam satu pertandingan (play-off), ini adalah sistem yang tidak masuk akal," tutur Bonucci, dikutip dari Goal, Selasa (29/3/2022).

"Namun, itulah yang terjadi. Ini sungguh gila. Ada tim yang lolos setelah kalah empat atau lima pertandingan, sedangkan kami hanya kalah satu kali di kandang karena gol di menit ke-92," imbuhnya.

“Yang jelas regulasi itu bukan alibi atau alasan, kami tentu harus berbuat lebih baik dan kembali ke tempat di mana kami semestinya berada," kata Bonucci.

Leonardo Bonucci merasakan suasana yang tidak biasa setelah timnas Italia gagal ke Piala Dunia.

Baca juga: Italia Gagal ke Piala Dunia, Verratti Minta Fan Tak Hina Pemain

Namun, dia percaya bahwa timnas Italia bisa kembali ke jalur yang benar bersama Roberto Mancini setelah keterpurukan ini.

"Empat puluh delapan jam setelah eliminasi benar-benar sulit. Kami mendapati diri kami dengan mulut tertutup dan dalam keheningan saat makan siang dan di ruang ganti," tutur Bonucci.

"Kami harus memulai lagi, membangun kembali dari dasar untuk melakukan pendakian yang hebat dan mempertahankan Roberto Mancini adalah langkah yang tepat," kata Bonucci.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber GOAL


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indonesia Vs Curacao: Jaya di Rumah, Shin Tae-yong Beri Catatan Merah

Indonesia Vs Curacao: Jaya di Rumah, Shin Tae-yong Beri Catatan Merah

Liga Indonesia
Timnas Indonesia Vs Curacao, Pembuktian Mental Pasukan Shin Tae-yong

Timnas Indonesia Vs Curacao, Pembuktian Mental Pasukan Shin Tae-yong

Liga Indonesia
Timnas Indonesia Vs Curacao, Ketum PSSI: Saya Terharu...

Timnas Indonesia Vs Curacao, Ketum PSSI: Saya Terharu...

Liga Indonesia
Alasan STY Tak Mainkan Asnawi di Laga Indonesia vs Curacao

Alasan STY Tak Mainkan Asnawi di Laga Indonesia vs Curacao

Liga Indonesia
Jadwal MotoGP Jepang 2022: Balapan Siang Ini, Marc Marquez Pole

Jadwal MotoGP Jepang 2022: Balapan Siang Ini, Marc Marquez Pole

Motogp
Spanyol Vs Swiss: Pasukan Luis Enrique Tersakiti di Kandang

Spanyol Vs Swiss: Pasukan Luis Enrique Tersakiti di Kandang

Sports
Indonesia Vs Curacao, Dimas Drajad Ungkap Makna di Balik Gol 'Backheel'

Indonesia Vs Curacao, Dimas Drajad Ungkap Makna di Balik Gol "Backheel"

Liga Indonesia
Hasil Lengkap UEFA Nations League: Portugal Pesta 4 Gol, Spanyol Tersungkur

Hasil Lengkap UEFA Nations League: Portugal Pesta 4 Gol, Spanyol Tersungkur

Internasional
Atlet Indonesia Veddriq Leonardo Juara Dunia Panjat Tebing 2022

Atlet Indonesia Veddriq Leonardo Juara Dunia Panjat Tebing 2022

Sports
Hasil Ceko Vs Portugal 0-4: Bek Persija Main, Dalot Cetak Brace, Ronaldo Berdarah

Hasil Ceko Vs Portugal 0-4: Bek Persija Main, Dalot Cetak Brace, Ronaldo Berdarah

Internasional
Piala Dunia Panjat Tebing 2022: Menangi All Indonesian Final, Aspar Jaelolo Raih Emas

Piala Dunia Panjat Tebing 2022: Menangi All Indonesian Final, Aspar Jaelolo Raih Emas

Sports
Indonesia Vs Curacao, Shin Tae-yong: Pemain Haus, Sangat Kerja Keras...

Indonesia Vs Curacao, Shin Tae-yong: Pemain Haus, Sangat Kerja Keras...

Liga Indonesia
Pola Pertahanan Saat 1v1 dalam Sepak Bola

Pola Pertahanan Saat 1v1 dalam Sepak Bola

Sports
Hasil Liverpool Vs Man United Legends: Gol Berbatov Sia-sia, MU Kalah 1-2

Hasil Liverpool Vs Man United Legends: Gol Berbatov Sia-sia, MU Kalah 1-2

Liga Inggris
Hasil Leg Pertama Reli Danau Toba 2022: Sean Gelael Tercepat, tetapi…

Hasil Leg Pertama Reli Danau Toba 2022: Sean Gelael Tercepat, tetapi…

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.