Dokter Tim Arema FC Tawarkan Solusi untuk Fenomena Dokter Gadungan di Sepak Bola Indonesia

Kompas.com - 03/12/2021, 09:30 WIB
Dokter Arema FC dr. Nanang Tri Wahyudi SpKO berkomunikasi dengan kiper Adilson Maringa seusai duel saat pertandingan pekan 14 Liga 1 2021 yang berakhir dengan skor 0-1 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (28/11/2021) malam. KOMPAS.com/Suci RahayuDokter Arema FC dr. Nanang Tri Wahyudi SpKO berkomunikasi dengan kiper Adilson Maringa seusai duel saat pertandingan pekan 14 Liga 1 2021 yang berakhir dengan skor 0-1 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (28/11/2021) malam.

 

KOMPAS.com - Sepak bola Indonesia tengah geger setelah terbongkarnya kedok dokter gadungan Elwizan Aminuddin. Terbongkarnya skandal ini menjadi kabar besar sebab dia diketahui pernah menangani beberapa klub Liga 1 dan bahkan sempat bertugas di Timnas Indonesia.

Dokter tim Arema FC, dr Nanang Tri Wahyudi SpKO, menuturkan sedikit banyak kejadian ini disebabkan minimnya pengetahuan klub mengenai standar perekrutan berdasarkan tes kompetensi dan kualifikasi.

Mengatasi hal itu, Nanang menawarkan solusi dengan membuat perhimpunan atau asosiasi khusus dokter sepak bola yang saat ini memang belum ada.

Nantinya, asosiasi ini bisa membantu tim untuk melakukan verifikasi dan mengulas rekam jejak dokter baru yang melamar.

“Saya anggota PDSKO (Perhimpunan Dokter Spesialis Olahraga), jadi aman. Kalau asosiasi dokter bola belum ada, dari kasus ini bisa dibentuk untuk menjamin kualitas dokter tim,” ujar dokter lulusan Spesialis Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia kepada Kompas.com.

Baca juga: Kedok Dokter Gadungan PSS Sleman Terbongkar, Pernah Tugas di Timnas!

Nanang Tri Wahyudi mengatakan PDSKO tidak bisa dilibatkan dalam kasus dokter gadungan ini, sebab anggota PDSKO yang bekerja di klub sendiri tidak banyak.

“Tidak ada tindakan, karena bukan anggota PDSKO. Dokter spesialis di olahraga sedikit. Cuma Arema FC, Persija Jakarta, Persib Bandung, Persita Tangerang. Yang lainnya dokter umum,” tuturnya.

“Mungkin PSSI, PSS Sleman dan PT LIB yang harus memberikan tindakan,” imbuh lagi.

Nanang Tri Wahyudi menegaskan dokter umum pun tidak masalah menjadi dokter tim sepak bola. Faktanya, dokter spesialis olahraga memang cukup langka di Indonesia.

Dia mengungkapkan jumlah dokter spesialis olahraga tidak mungkin memenuhi kebutuhan yang ada.

Baginya, yang terpenting saat ini adalah membangun sebuah sistem yang bisa memvalidasi dan memverifikasi.

“Tidak ada masalah, dokter umum kan bisa dilatih dengan workshop-workshop oleh PSSI.” 

“Pokoknya yang utama harus ada ijazah dokter ya. Sebagai bukti kalau dia benar-benar dokter,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.