Kompas.com - 30/11/2021, 21:55 WIB
Suasana Omah PSS setelah percobana pembakaran, Senin (29/11/2021) KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWOSuasana Omah PSS setelah percobana pembakaran, Senin (29/11/2021)

SLEMAN, KOMPAS.com - Kasus pembakaran Kantor PSS Sleman atau Omah PSS yang terletak Sariharjo, Ngaglik, Sleman, memasuki babak baru.

Pelaku pembakaran omah PSS Sleman sudah teridentifikasi dan sudah ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian.

Baca juga: Oknum Pembakar Kantor PSS Terekam CCTV, Bisa Terancam 12 Tahun Penjara

Pelaku langsung teridentifikasi enam jam setelah kejadian kantor PSS Sleman dibakar.

Berdasarkan laporan, pelaku berjumlah empat orang dan terkonfirmasi sebagai oknum suporter.

Sementara itu, motif mereka membakar kantor PSS adalah kekecewaan terhadap tim.

Akan tetapi, karena alasan latar belakang pelaku dan motif pelaku tidak jauh problematika PSS Sleman, manajemen klub memutuskan untuk mengambil jalur internal.

Dengan kebesaran hati, manajemen PSS memilih menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.

“Sudah ketahuan, sejauh ini dari teman suporter yang merasa kecewa. Tapi pihak sana (pelaku) sudah mengakui dan menyesal, jadi kami mau ada upaya perdamaian,” ujar Direktur Utama PSS Sleman, Andy Wardhana.

Andy Wardhana mengatakan, tidak mengambil langkah hukum karena insiden ini murni karena faktor kekecewaan suporter.

Namun, dia memastikan situasi akan sangat berbeda jika ditemukan motif lain yang didasari niat untuk merugikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.