Kompas.com - 25/11/2021, 14:40 WIB
Striker PSG Lionel Messi bereaksi pada laga Liga Champions kontra Manchester City di Stadion Etihad pada 24 November 2021. AFP/PAUL ELLISStriker PSG Lionel Messi bereaksi pada laga Liga Champions kontra Manchester City di Stadion Etihad pada 24 November 2021.

KOMPAS.com - Kemenangan 2-1 Manchester City atas Paris Saint-Germain pada ajang Grup A Liga Champions, Kamis (25/11/2021), menghadirkan suatu catatan negatif bagi seorang Lionel Messi.

Megabintang PSG Lionel Messi memang dibuat menderita oleh pertahanan Manchester City pada laga di Stadon Etihad tersebut.

Messi tampil sebagai salah satu dari tridente PSG bersama dengan Neymar dan juga Kylian Mbappe.

Di atas kertas, trio ini adalah pemain-pemain termahal dunia yang bisa mengubah jalannya laga. Namun, di atas rumput, ketiganya bermain lebih sebagai individu dan tak bisa mengangkat performa tim.

Messi melewati malam yang ingin ia lupakan cepat-cepat.

Baca juga: Pochettino Menjadi Pelatih Terburuk PSG di Liga Champions, Masih Mau ke Man United?

Kendali melakukan 53 kali sentuhan bola, terbanyak kedua dari para pemain Paris lain, Messi hanya dapat melancarkan satu umpan kunci bagi rekan-rekannya.

Ia juga hanya mampu melepas satu tembakan ke gawang Ederson, itu pun masih bisa diblok oleh barisan pertahanan The Sky Blues.

Messi akhirnya mencatatkan suatu hal yang tak pernah terjadi dalam enam tahun sebelum ini: Gagal menjebol gawang tim Guardiola.

Ya, Messi dan pelatih Man City Pep Guardiola memang pasangan luar biasa.

Messi mencatatkan 211 gol dan 92 assist dari 219 pertandingan dilatih Pep. Terlebih, sang megabintang memenangkan 14 trofi dalam empat musim bersama Guardiola di Barcelona.

Namun, setelah keduanya berpisah, Messi hampir selalu bisa menemukan kelemahan di baju zirah mantan pelatihnya tersebut.

Seperti dikutip dari BolaSport, satu kesempatan di mana Guardiola melihat gawang klubnya bersih dari gol Messi adalah pada 12 Mei 2015 tatkala Bayern Muenchen menang 3-2 atas Barcelona pada semifinal leg kedua Liga Champions.

Baca juga: Man City Vs PSG: Tak Seimbang karena Messi, lalu Neymar yang Ribut Sendiri

Setelah itu, Messi "menghabisi" Guardiola dalam dua pertemuan Barcelona vs Man City di Grup C Liga Champions 2016-2017.

Messi mencetak empat gol dari kedua laga tersebut, termasuk menyumbang tiga gol dan satu assist saat Barca menang 4-0 kala menjamu City pada Oktober 2016.

Man City kemudian berganti menang 3-1 saat Barca bertandang ke Stadion Etihad. Akan tetapi, Messi masih dapat menyumbang satu gol.

Messi dan Guardiola lalu menunggu hingga Liga Champions musim ini untuk saling bersua satu sama lain.

Pada pertemuan mereka di matchday kedua penyisihan grup Liga Champions di Parc des Princes tersebut, Messi menyumbang satu gol dalam kemenangan 2-0 Paris atas City.

Barulah sekarang rentetan bagus Messi kontra tim-tim asuhan Pep Guardiola tersebut berhenti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Menarik Jelang Duel Bali United Vs Borneo FC

4 Fakta Menarik Jelang Duel Bali United Vs Borneo FC

Liga Indonesia
Target Besar PBSI pada 2022, Kejuaraan Beregu Asia, Piala Thomas, hingga Asian Games

Target Besar PBSI pada 2022, Kejuaraan Beregu Asia, Piala Thomas, hingga Asian Games

Badminton
9 Pemain Persib Positif Covid-19 Jelang Lawan Tira Persikabo

9 Pemain Persib Positif Covid-19 Jelang Lawan Tira Persikabo

Liga Indonesia
Main Cantik Tak Penting dalam Ideologi Sepak Bola Pelatih Arema FC

Main Cantik Tak Penting dalam Ideologi Sepak Bola Pelatih Arema FC

Liga Indonesia
Posisi Servis Pertama dalam Bulu Tangkis

Posisi Servis Pertama dalam Bulu Tangkis

Sports
Alasan Pengusaha Indonesia Donasikan Rp 2,1 Miliar untuk Loh Kean Yew

Alasan Pengusaha Indonesia Donasikan Rp 2,1 Miliar untuk Loh Kean Yew

Badminton
Persebaya Vs PSS Sleman, Kilas Balik Pertautan Aji Santoso dan Putu Gede

Persebaya Vs PSS Sleman, Kilas Balik Pertautan Aji Santoso dan Putu Gede

Liga Indonesia
Transfer Luis Diaz ke Liverpool Solusi Jalan Berliku Kontrak Mo Salah?

Transfer Luis Diaz ke Liverpool Solusi Jalan Berliku Kontrak Mo Salah?

Liga Inggris
Profil Hong Jeong-nam, Kiper Madura United Asal Korea Selatan

Profil Hong Jeong-nam, Kiper Madura United Asal Korea Selatan

Sports
Tanpa Messi, Barcelona Sedang Bangun Tim Hebat dengan Skuad Muda

Tanpa Messi, Barcelona Sedang Bangun Tim Hebat dengan Skuad Muda

Liga Spanyol
Dusan Vlahovic Usai Resmi ke Juventus, Ungkap Target dan Berkat Ulang Tahun

Dusan Vlahovic Usai Resmi ke Juventus, Ungkap Target dan Berkat Ulang Tahun

Liga Italia
Singkirkan Dua Saingan, Frank Lampard Siap Jadi Pelatih Baru Everton

Singkirkan Dua Saingan, Frank Lampard Siap Jadi Pelatih Baru Everton

Liga Inggris
Trio Morata, Moise Kean, dan Dybala Masih Kalah dari Dusan Vlahovic Seorang Diri

Trio Morata, Moise Kean, dan Dybala Masih Kalah dari Dusan Vlahovic Seorang Diri

Liga Italia
Persib Vs Persikabo, Misi Maung Bandung di Tengah Tuntutan Main Indah

Persib Vs Persikabo, Misi Maung Bandung di Tengah Tuntutan Main Indah

Liga Indonesia
Profil Dusan Vlahovic, Rp 1,2 Triliun untuk Pengkhianatan

Profil Dusan Vlahovic, Rp 1,2 Triliun untuk Pengkhianatan

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.