Kompas.com - 20/09/2021, 19:30 WIB
Pemain Arema FC masuk lapangan saat melawan Bhayangkara FC pada laga pekan 2 Liga 1 2021-2022 yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Pakansari Bogor, Minggu (12/9/2021) sore. KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Arema FC masuk lapangan saat melawan Bhayangkara FC pada laga pekan 2 Liga 1 2021-2022 yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Pakansari Bogor, Minggu (12/9/2021) sore.

MALANG, KOMPAS.com - Manajemen Arema FC akhirnya turun tangan setelah rentetan hasil kurang impresif yang didapatkan Singo Edan di tiga pekan Liga 1 2021-2022.

Kekalahan pahit 1-2 dari PS Sleman di pekan ketiga, Minggu (19/9/2021) malam, menjadi puncak kesabaran manajemen setelah sebelumnya bermain imbang atas PSM Makassar dan Bhayangkara FC.

Mendesak perubahan, manajemen akhirnya menjatuhkan ultimatum kepada pelatih Eduardo Almeida untuk melakukan evaluasi total.

Jika hasil tak kunjung membaik, manajemen siap mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan tim.

Baca juga: 3 Laga Perdana Messi di PSG: Dapat Kejutan Usai 2 Kali Hajar Mistar

"Dengan hasil laga semalam jajaran direksi langsung tegas memberi reaksi mengingatkan kepada pelatih dan pemain untuk segera evaluasi total serta introspeksi dan mengingatkan lagi jika kualitasnya menurun dan hasilnya tidak sesuai target, maka akan disiapkan langkah tegas untuk menyelamatkan tim," ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji.

"Apa langkah tegasnya? Yang terburuk bisa saja berujung pada permohonan untuk mundur atau pemecatan. Tujuannya agar tim ini segera on the track serta meraih poin maksimal," imbuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Manajemen nampaknya mulai kehilangan kesabaran. Grafik permainan Arema FC dalam tiga pekan Liga 1 2021 memang menunjukkan tren negatif.

Tiap minggu sebenarnya manajemen dan tim melakukan evaluasi berkala dengan saran dan masukan. Namun agaknya hal tersebut tidak cukup untuk membuat tim berbenah.

Kondisi ini membuat Arema FC tercecer di urutan 14 klasemen sementara. Padahal tim diproyeksikan untuk merengkuh juara atau minimal posisi 3 besar.

Catatan lain penampilan Dedik Setiawan dkk yang tidak memenuhi ekspektasi. Tim bermain monoton cenderung membosankan dengan banyak PR yang tak kunjung terselesaikan.

Ambisi Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana untuk merengkuh trofi Liga 1 2021/2022 semakin buram.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.