Media Argentina Tuding Rivalitas Politik Presiden Brasil di Balik Penghentian Laga Kualifikasi Piala Dunia

Kompas.com - 06/09/2021, 14:26 WIB

KOMPAS.com - Media Argentina El Diario AR berupaya menganalisis kekacauan yang terjadi pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara timnas Brasil dan timnas Argentina di Sao Paulo, Senin (6/9/2021) dini hari WIB.

Laga Brasil vs Argentina dihentikan pada menit keenam setelah beberapa petugas kepolisian federal dan otoritas kesehatan Brasil (Anvisa) tiba-tiba masuk ke lapangan untuk menghentikan laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 tersebut.

Tujuan mereka adalah untuk "mengamankan" empat pemain timnas Argentina yang datang dari Inggris, Emiliano Buendia dan Emi Martinez (Aston Villa) serta Cristian Romero dan Giovani Lo Celso (Tottenham).

Para pemain ini dianggap masuk ke Brasil dengan "memberikan keterangan palsu" agar tak perlu menjalani karantina mandiri. Anvisa berencana mendeportasi kuartet tersebut secepat mungkin.

Usaha mediasi untuk melanjutkan kembali laga tak berbuah hasil. 

Baca juga: Kronologi Penundaan Laga Kualifikasi Piala Dunia Brasil Vs Argentina

Beberapa pemain timnas Argentina dilaporkan mengunci diri mereka sendiri di ruang ganti dan menolak membiarkan otoritas kesehatan atau polisi federal masuk.

Tak lama kemudian, CONMEBOL dan FIFA mengumumkan penghentian pertandingan dengan langkah berikut "akan ditentukan kemudian".

Kekacauan yang terjadi di laga berprofil tinggi Amerika Latin dan juga sepak bola dunia ini baru terjadi untuk kali pertamanya di era pandemi Covid-19.

Kolumnis El Diario AR, Andres Burgo, punya pendapat sendiri mengenai penyebab laga Brasil vs Argentina ditunda.

Menurutnya, apa yang diperlihatkan di Arena Corinthians tersebut adalah akibat rivalitas atau gesekan antara Presiden Brasil Jair Bolsonaro dan CBF (PSSI-nya Brasil).

"Kita hampir tak pernah lihat politik terlibat dengan sangat kotor dalam sepak bola di bawah dalih kesehatan," tulisnya.

"Di balik layar, terlihat apa yang seperti persaingan internal antara Jair Bolsonaro ke CBF yang tak ingin penundaan laga ini."

Baca juga: 3 Skenario Lanjutan Laga Brasil Vs Argentina, Messi cs Kalah dan Kena Denda?

"Pelatih dan para pemain ingin laga berlanjut karena mereka tahu FIFA tak suka campur tangan seperti ini."

"Apa yang telah terjadi berkaitan keras dengan Brasil milik Bolsonaro bukan tim Brasil Neymar."

Mereka juga mengklaim kalau kepolisian federal Brasil sebenarnya telah berada di hotel tempat timnas Argentina menginap di Sao Paulo sejak Sabtu malam sebelum laga.

Otoritas kesehatan Brasil mengatakan keempat pemain tadi (Martinez, Romero, Lo Celso, dan Emiliano Buendia) tidak mendeklarasikan kalau mereka berada di Inggris Raya selama 14 hari terakhir.

Pemain Brasil, Neymar, berbincang dengan bintang Argentina, Lionel Messi, dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Neo Quimica Arena yang tiba-tiba harus tertunda pada 5 September 2021.NELSON ALMEIDA/AFP Pemain Brasil, Neymar, berbincang dengan bintang Argentina, Lionel Messi, dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Neo Quimica Arena yang tiba-tiba harus tertunda pada 5 September 2021.

Anvisa bahkan mengatakan keempat pemain ini "berbohong dan memberikan informasi palsu ke otoritas imigrasi" setelah masuk ke Brasil dari Venezuela.

Mereka pun meminta keempat pemain itu dideportasi.

Burgo juga menulis, dalam beberapa jam sebelum para pemain menuju ke stadion, laga tersebut berhenti menjadi partai Brasil vs Argentina dan bergeser menjadi Brasil vs CONMEBOl dan Brasil vs FIFA.

Para petinggi AFA (PSSI-nya Argentina), dengan dukungan pimpinan-pimpinan terkait di Amerika Selatan, diklaim telah menjelaskan kalau para pemain berada dalam koridor steril dan memenuhi semua syarat protokol kesehatan.

Sembari menunggu surat-surat imigrasi muncul, FIFA dan CONMEBOL tetap menggulirkan laga sesuai jadwal pada pukul 16.00 sore waktu lokal, Minggu (5/9/2021).

Baca juga: Kekecewaan Lionel Messi Usai Laga Brasil Vs Argentina Dihentikan: Ini Memalukan!

Pemerintah Brasil sendiri dikatakan menerima regulasi kesehatan CONMEBOL dua bulan lalu ketika mengorganisir Copa America.

Salah satu hal yang tercantum adalah periode isolasi 14 hari bagi mereka yang datang dari Inggris, suatu peraturan yang telah diterapkan sebelumnya di Brasil.

Pemerintah Brasil ketika itu juga ingin Copa America tak diselenggarakan secara bersama dengan negara lain seperti rencana awal di mana Kolombia dan Argentina akan menjadi dua co host.

"Akan tetapi, akhir pekan ini tiba-tiba terlihat keinginan untuk menegakkan aturan protokol kesehatan yang sering kali dihiraukan," tulis Burgo lagi.

"Kepala Anvisa, Antonio Barra Torres, adalah pendukung Bolsonaro. Sungguh naif dan lemah untuk melihat otoritas Brasil punya perhatian sedalam ini ke masalah kesehatan apabila sembilan personel mereka yang bermain di Inggris bisa berpartisipasi di laga tersebut."

Sembilan pemain timnas Brasil termasuk Alisson (Liverpool), Ederson (Man City), dan Richarlison (Everton) tak bisa memperkuat timnas Brasil karena larangan bepergian dari klub mereka masing-masing.

Di saat lain, CBF mengatakan Anvisa melebihi kapasitas dan fungsi mereka dengan turun ke lapangan seperti itu.

Ednaldo Rodrigues, presiden interim CBF, percaya kalau para pemain Argentina tersebut hanya akan dideportasi setelah laga.

Baca juga: Anak Presiden Brasil: Timnas Argentina Harus Dihukum Berat!

Namun, yang terjadi adalah para petugas Anvisa justru memasuki lapangan saat pertandingan baru berlangsung.

"Apa yang terjadi sangat memalukan," tulisnya lagi.

"Seperti yang terjadi kalau orang-orang dengan memakai jas masuk ke lapangan permainan. Kali ini mereka adalah boneka-boneka Bolsonaro, presiden yang kini khawatir terhadap pandemi," tulisnya lagi, menyindir Bolsonaro yang dari awal pandemi dianggap tak pernah benar-benar serius memerangi Covid-19.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat berpidaro dalam seremoni di Istana Kepresidenan Planalto, Brasilia, Selasa (13/7/2021).AP PHOTO/ERALDO PERES Presiden Brasil Jair Bolsonaro saat berpidaro dalam seremoni di Istana Kepresidenan Planalto, Brasilia, Selasa (13/7/2021).

Sementara, Eleonora Gosman dari media sama punya dua opini alternatif mengapa kekacauan seperti di Arena Corinthians itu bisa terjadi.

Salah satunya adalah pertandingan ini datang jelang peringatan hari kemerdekaan Brasil pada Selasa, 7 September, di mana banyak suporter Bolsonaro berencana berkumpul di dua lokasi terkenal di Sao Paulo.

Beberapa pihak meyakini kalau Bolsonaro tengah "berperang" dengan Mahkamah Agung dan Pengadilan Pemilihan Superior Brasil.

Ia diyakini ingin memakai dua event tersebut untuk menunjukkan ke para oposisinya bahwa ia masih punya kekuatan untuk bersaing dalam pemilu 2022.

Beberapa pihak mengutarakan Bolsonaro juga bakal "meminta ke para suporternya untuk membeli senjata agar tak mudah diperbudak" pada perkumpulan-perkumpulan massa tersebut.

"Menurut beberapa analis, Anvisa masuk ke lapangan untuk menggeser perhatian dari persiapan menuju perkumpulan massa hari Selasa yang banyak dipertanyakan oleh media," tulis Gosman.

"Interpretasi kedua adalah dengan 'memamerkan kekuatan kontra Argentina' ini, sang presiden akan bisa mengambil kembali sebagian suara dari basis suporternya yang hilang selama pandemi," tulisnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perpanjang Kontrak, Ricardinho Ingin Pensiun di Klub Milik Atta Halilintar

Perpanjang Kontrak, Ricardinho Ingin Pensiun di Klub Milik Atta Halilintar

Sports
PSS Vs Persib, Elang Jawa Pincang Tanpa Sejumlah Pilar

PSS Vs Persib, Elang Jawa Pincang Tanpa Sejumlah Pilar

Liga Indonesia
Man United Vs Liverpool, Apa Daya Setan Merah dengan Statistik Serba Minim?

Man United Vs Liverpool, Apa Daya Setan Merah dengan Statistik Serba Minim?

Liga Inggris
Duel Antar Lini Laga PSS Vs Persib di Pekan Kelima Liga 1 2022-2023

Duel Antar Lini Laga PSS Vs Persib di Pekan Kelima Liga 1 2022-2023

Liga Indonesia
Jadwal Kejuaraan Dunia 2022, Legenda Malaysia Ingatkan Potensi Ginting

Jadwal Kejuaraan Dunia 2022, Legenda Malaysia Ingatkan Potensi Ginting

Badminton
Son Heung-min Diduga Kena Serangan Rasial, Chelsea Ambil Langkah Tegas

Son Heung-min Diduga Kena Serangan Rasial, Chelsea Ambil Langkah Tegas

Liga Inggris
Berita Transfer, Real Madrid Izinkan Casemiro Tes Medis di Man United

Berita Transfer, Real Madrid Izinkan Casemiro Tes Medis di Man United

Liga Inggris
Nani Bela Cristiano Ronaldo dan Sebut Man United Tak Berambisi Menang

Nani Bela Cristiano Ronaldo dan Sebut Man United Tak Berambisi Menang

Liga Inggris
Jadwal Liga Inggris Man United Vs Liverpool, Berburu Kemenangan Perdana

Jadwal Liga Inggris Man United Vs Liverpool, Berburu Kemenangan Perdana

Liga Inggris
Penjualan Tiket Piala Dunia 2022 Tembus 2,45 Juta, Ini Daftar Laga Paling Laku

Penjualan Tiket Piala Dunia 2022 Tembus 2,45 Juta, Ini Daftar Laga Paling Laku

Internasional
Bola Basket: Sejarah, Peraturan, dan Teknik Dasar

Bola Basket: Sejarah, Peraturan, dan Teknik Dasar

Sports
MotoGP Austria 2022, Kata Marc Marquez soal Peluang Comeback Lebih Cepat

MotoGP Austria 2022, Kata Marc Marquez soal Peluang Comeback Lebih Cepat

Motogp
Setelah Kalah dari Bali United, Dejan Antonic Curhat Kondisi Tim 'Tidak Sehat'

Setelah Kalah dari Bali United, Dejan Antonic Curhat Kondisi Tim "Tidak Sehat"

Liga Indonesia
2 Jenis Pukulan Mengumpan pada Bola Voli

2 Jenis Pukulan Mengumpan pada Bola Voli

Sports
PSS Vs Persib Bandung, Komentar Seto Usai Mundurnya Robert Alberts di Persib, Jadi Keuntungan?

PSS Vs Persib Bandung, Komentar Seto Usai Mundurnya Robert Alberts di Persib, Jadi Keuntungan?

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.