Bukayo Saka Ambil Penalti, Chiellini Teriak Mantra Kutukan Kiricocho

Kompas.com - 13/07/2021, 20:20 WIB
LONDON, INGGRIS -11 JULI: Kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, beraksi menepis tembakan Jadon Sancho dalam babak adu penalti laga final Euro 2020 melawan Inggris di Stadion Wembley, 11 Juli 2021. Michael Regan - ©UEFALONDON, INGGRIS -11 JULI: Kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, beraksi menepis tembakan Jadon Sancho dalam babak adu penalti laga final Euro 2020 melawan Inggris di Stadion Wembley, 11 Juli 2021.
|

KOMPAS.com - Kapten Italia, Giorgio Chiellini meneriakkan mantra kutukan “kiricocho” saat melihat pemain belia Inggris, Bukayo Saka, mengambil penalti pada laga final Euro 2020.

Italia tampil sebagai juara Piala Eropa alias Euro 2020 usai menundukkan Inggris 3-2 pada laga final yang diselesaikan melalui babak adu penalti.

Partai final Euro 2020 Italia vs Inggris di Stadion Wembley, London, Minggu (11/7/2021) waktu setempat, berkesudahan seimbang 1-1 selama 120 menit. Gli Azzurri, julukan Italia, lantas unggul 3-2 dalam adu ketangkasan menembak dari titik 12 pas.

Domenico Berardi, Leonardo Bonucci, dan Federcio Bernardeschi menjadi algojo Italia yang sukses dalam adu penalti.

Tembakan personel Gli Azzurri yang gagal menemui jaring gawang Inggris berasal dari ayunan kaki Andrea Belotti dan Jorginho.

Di lain sisi, Inggris mendapati hanya dua dari lima eksekutor mereka yang sukses menunaikan tugas dengan sempurna.

Baca juga: Usai Italia Juara Euro 2020, Bonucci Ajak Chiellini Main di Piala Dunia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sepakan Harry Kane dan Harry Maguire masuk, sementara trio Marcus Rashford, Jadon Sancho, serta Bukayo Saka tak berhasil menaklukkan gawang Italia kawalan Gianluigi Donnarruma.

Kegagalan Bukayo Saka menuntaskan penalti kelima Inggris memastikan gelar juara Euro 2020 mendarat ke pelukan Italia.

Kamera menangkap kejadian menarik pada saat Bukayo Saka mengeksekusi penalti.

Dari tengah lapangan, kapten Italia, Giorgio Chiellini, terlihat meneriakkan kata “kiricocho”. 

Chiellini lantas berteriak kegirangan setelah tahu sepakan Saka mampu dihentikan Donnarumma. Apa arti kiricocho?

Kata kiricocho ternyata punya sejarah lumayan panjang dalam sepak bola.

Baca juga: Teruskan Tradisi, Trofi Euro Jadi Teman Tidur dan Sarapan Chiellini

Kiper Sevilla, Yassine Bounou, meneriakkan kata serupa saat hendak menghadapi penalti striker Borussia Dortmund, Erling Haaland pada fase 16 besar Liga Champions 2020-2021.

Hasilnya, penalti Erling Haaland gagal menggetarkan jala gawang Sevilla. Laga leg kedua itu berkesudahan imbang 2-2.

“Saya tak tahu pasti apa yang saya katakan,” kata Bounou usai laga itu.

Usut punya usut, ekspresi kiricocho berasal dari kancah sepak bola Argentina.

Mengutip dari RMC Sport, kisah bermula saat Carlos Bilardo, pelatih legendaris Argentina pemenang Piala Dunia 1986, masih membesut Estudiantes pada 1982.

Pada masa itu, ada satu suporter Estudiantes yang dianggap membawa sial. Namanya? Kiricocho!

Tiap kali dia menghadiri sesi latihan Estudiantes, ada saja pemain yang cedera.

Bilardo tak lantas mengusir Kiricocho. Sang pelatih justru memanfaatkan si suporter pembawa sial untuk menyambut tiap lawan yang akan dihadapi Estudiantes.

Percaya tidak percaya, hasilnya ajaib. Estudiantes musim itu juara dan hanya kalah sekali dari Boca Juniors, satu-satunya tim yang tak bisa didekati oleh si Kiricocho.

Sejak itulah mitos menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk Eropa. Kata kiricocho lantas dianggap seperti mantra yang bisa menyebar kutukan berupa nasib sial untuk tim lawan.

Bek Spanyol saat juara Piala Dunia 2010, Joan Capdevilla, juga pernah meneriakkan kiricocho pada partai final kontra Belanda.

“Saya hanya sekali menyebut kata itu saat Iker (Casillas) melakukan penyelamatan terkenalnya terhadap tendangan Arjen Robben,” ujar Capdevilla kepada Movistar Plus.

Baca tentang


Sumber RMC Sport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.