Kompas.com - 06/06/2021, 06:20 WIB
Pemain trial Persebaya Surabaya, Daud Irfan Kararbo saat ujicoba melawan Persekat Tegal di Stadion Gelora Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (03/06/2021) sore. Dokumentasi Persebaya SurabayaPemain trial Persebaya Surabaya, Daud Irfan Kararbo saat ujicoba melawan Persekat Tegal di Stadion Gelora Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (03/06/2021) sore.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemain yang tengah menjalani uji coba di Persebaya Surabaya Daud Irfan Kararbo tengah menjadi buah bibir usai diturunkan Bajul Ijo pada pertandingan uji coba. 

Pada laga uji coba melawan Persekat Tegal, Daud mencuri perhatian dengan menyumbangkan satu assist dan satu gol dari total 3 gol yang dilesakkan Persebaya.

Pemain berusia 22 tahun tersebut menjadi kreator gol kedua Persebaya setelah umpan mendatarnya disambar Oktafianus Fernando pada menit ke-75.

Daud kembali disorot pada penghujung laga setelah eksekusi dinginnya mampu mengecoh penjaga gawang Persekat Tegal.

Baca juga: Skuad Kian Komplet, Persebaya Ingin Tuntaskan Target Tertunda

Meski demikian, satu gol dan satu assist tersebut tak membuat Aji Santoso terkesima.

Dia menegaskan kembali bahwa gol dan assist cuma bagian kecil dari aspek penilaian pemain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga, capaian tersebut tak akan cukup membuat Daud Irfan Kararbo mendapatkan jaminan tempat di tim.

“Saya itu melihat pemain tidak hanya bagaimana dia bisa mencetak gol. Yang terpenting skill dan visi bermain dia,” ujar Aji Santoso.

“Mencetak gol tidak menjadi tolak ukur utama. Saya lebih suka melihat bagaimana dia bermain,” imbuhnya.

Apalagi, Aji melihat hasil akhir laga tersebut adalah poin kesekian. Sebab, target uji coba kali adalah masih mengukur kondisi fisik pemain setelah dua pekan latihan intens.

Baca juga: Resmi, Persebaya Perkenalkan Gelandang Asal Jepang Taisei Marukawa

 

Sementara, proses pemetaan kekuatan dan kedalaman tim masih belum bisa dilakukan karena  tim dalam kondisi tidak lengkap.

Masih ada tahap-tahap selanjutnya untuk mengukur masalah teknis dan taktikal.

“Ya, saya tekankan ingin melihat kondisi fisik itu yang utama,“ ujarnya.

“Saya melihat kondisi fisik anak-anak mengalami peningkatan, strength mereka juga cukup bagus. Mereka melakukan sprint-sprint recovery-nya juga cukup cepat. Nanti saya tingkatkan lagi,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X