Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/06/2021, 05:40 WIB

KOMPAS.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mulai mensosialisasikan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

Sosialisasi Inpres itu dimulai dari Provinsi Jawa Timur pada Jumat (4/6/2021). Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Khofifah Indar Parawansa selaku Gubernur Jawa Timur.

Zainudin Amali pun mengungkapkan alasan memilih Jawa Timur sebagai provinsi pertama yang mendapatkan sosialisasi soal Inpres Nomor 3 Tahun 2019.

Dijelaskan Zainudin, Jawa Timur merupakan provinsi dengan penyumbang tim Liga 1 paling banyak untuk musim 2021-2022.

Baca juga: PSSI Ungkap Alasan Liga 1 Putri 2021 Tak Bergulir

"Di Liga 1 saat ini, Jawa Timur menyumbangkan klub paling banyak. Total ada lima tim," kata Zainudin Amali dilansir dari Antara.

"DKI Jakarta dan Jawa Barat saja hanya diwakili masing-masing satu klub," lanjut politikus Partai Golkar ini.

Sosialiasi Inpres Nomor 3 Tahun 2019 di Jawa Timur direncanakan bakal berlangsung selama dua hari.

Pada hari pertama, Menpora ikut mengundang Bupati dan Wali Kota di beberapa wilayah di Jawa Timur. Selain itu, ikut hadir pula asosiasi PSSI tingkat kota, kabupaten, dan provinsi.

"Kami sengaja mengundang Bupati dan Wali Kota agar mengetahu tugasnya. Saya juga berharap asosiasi PSSI di sini agar berkomunikasi dengan gubernur supaya dibantu," ujar Zainudin.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, sangat senang dan berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah menerbitkan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional.

Baca juga: Timnas Indonesia Berkembang, Menpora Yakin Garuda Berprestasi di SEA Games 2021

Iwan menambahkan bahwa PSSI tidak bisa sendirian melakukan hal tersebut karena membutuhkan peran pemerintah dan semua pihak yang ingin mendukung kemajuan sepak bola nasional.

"Kami ingin peningkatan prestasi sepak bola Indonesia dimulai dengan pengembangan bakat, peningkatan jumlah serta kompetensi wasit dan pelatih, pengembangan sistem kompetisi berjenjang serta berkelanjutan, pembenahan sistem serta tata kelola sepak bola, penyediaan prasarana serta sarana stadion sepak bola di seluruh Indonesia yang sesuai standar internasional serta tempat training centre, dan tentunya mobilisasi pendanaan untuk pengembangan sepak bola Indonesia," kata Iwan Budianto.

Adapun Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional disahkan Presiden Joko Widodo pada Januari 2019. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+