Alasan Barcelona Belum Mengundurkan Diri dari Super League

Kompas.com - 22/04/2021, 19:40 WIB
 Joan Laporta terpilih kembali sebagai presiden Barcelona seusai pemungutan suara yang berlangsung pada Minggu (7/3/2021). Laporta pernah menjabat sebagai presiden Barcelona antara 2003 dan 2010. AFP/LLUIS GENE Joan Laporta terpilih kembali sebagai presiden Barcelona seusai pemungutan suara yang berlangsung pada Minggu (7/3/2021). Laporta pernah menjabat sebagai presiden Barcelona antara 2003 dan 2010.

KOMPAS.com - Barcelona belum secara eksplisit mengumumkan bahwa klub akan mundur dari proyek European Super League. Padahal, sembilan dari 12 klub pelopor telah mengundurkan diri di bawah tekanan intens para stakeholder sepak bola.

Hanya tersisa Real Madrid, Juventus, dan Barcelona yang belum secara tegas menyatakan bahwa mereka tak terlibat lagi dengan European Super League.

Hal ini dapat dimaklumi mengingat Presiden Real Madrid Florentino Perez dan Presiden Juventus Andrea Agnelli disebut-sebut sebagai dua otak di balik liga cabutan tersebut.

Namun, posisi Barcelona tidak sama dengan kedua klub tersebut. Apalagi, presiden Barcelona, Joan Laporta, baru menjabat sejak awal Maret setelah menggantikan Josep Maria Bartomeu.

Kini, SPORT.es mengutarakan kalau Blaugrana sebenarnya menyimpan ketidak puasan terhadap UEFA dan juga FIFA.

Baca juga: Barcelona Juga Berpeluang Mundur dari European Super League

Blaugrana dilaporkan setuju secara prinsip dengan beberapa poin Liga Super Eropa.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kubu Catalan dilaporkan ingin duduk dan berbicara dengan pihak-pihak terkait karena "klub mengerti bahwa norma-norma sepak bola harus berubah dan harus berubah sekarang."

Di satu sisi, Barcelona paham bahwa kubu mereka harus segera menjauhkan diri dari European Super League karena ekses negatif yang ditimbulkan, terutama di hadapan para fans.

Akan tetapi, hingga Kamis (22/4/2021) sore WIB, Barcelona belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Media sama melaporkan kalau Presiden Joan Laporta telah menjelaskan proyek ESL ke Ronald Koeman dan para kapten Barcelona.

Ia juga mengatakan kalau dukungan mereka akan tergantung dari persetujuan para socios alias anggota klub.

Di sisi lain, Barcelona juga percaya bahwa harus ada aksi lebih dari UEFA untuk membenahi permasalahan laten di sepak bola Eropa.

Barca dikatakan punya sederet panjang keluhan yang mereka anggap tidak adil dan tak bisa ditoleransi.

Misalnya, Barca bersikukuh bahwa tidak adil kalau UEFA menyimpan 40 persen profit bagi diri mereka sendiri di kerangka ekonomi sekarang.

Baca juga: Super League Ditangguhkan, Biang Kerok Ada di Antara Klub Inggris

Terlebih, UEFA dan FIFA juga kerap membuat dan mengganti kalender sepak bola seenak mereka tanpa memperhitungkan para pemain yang dibayar oleh klub.

Petinggi Barcelona bergargumen, tim-tim harus punya kekuatan lebih untuk menahan para pemain mereka dari mengikuti laga-laga internasional.

Setidaknya, hubungan Barcelona dan UEFA dikatakan hangat. Barcelona tetap ingin membenahi situasi yang melukai klub-klub besar di Eropa.

Laporta dan presiden UEFA Aleksander Ceferin dilaporkan berkomunikasi secara konsisten. Ceferin juga mengatakan dari semua klub pembangkang, Barcelona yang membuat dia kecewa paling sedikit.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X