Kompas.com - 01/04/2021, 17:00 WIB
Pemain Persija Jakarta Ramdani Lestaluhu (kiri) dikawal ketat pemain Bhayangkara Solo FC TM Ichsan (tengah) saat laga ketiga babak penyisihan Piala Menpora 2021 yang berakhi dengan skor 2-1 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa timur, Rabu (31/03/2021) malam. KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Persija Jakarta Ramdani Lestaluhu (kiri) dikawal ketat pemain Bhayangkara Solo FC TM Ichsan (tengah) saat laga ketiga babak penyisihan Piala Menpora 2021 yang berakhi dengan skor 2-1 di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Jawa timur, Rabu (31/03/2021) malam.

KOMPAS.com - Gelandang Bhayangkara Solo FC, TM Ichsan, tak percaya timnya harus tersingkir di babak fase grup B Piala Menpora 2021.

Logikanya sempat menolak karena di atas kertas, timnya memiliki banyak keunggulan untuk bisa meraih hasil maksimal.

“Ini drama sepak bola, kami bisa melihat pada babak pertama kami menguasai. Pada 50 menit ke atas kami kecolongan lewat freekick,” kata pemain asal Aceh.

Baca juga: Persija Lolos Dramatis, Marc Klok Ungkap Ambisi Juara

“Kami tidak tahu harus berkomentar bagaimana karena semua melihat situasi di lapangan. Kami menguasai bola, kami banyak menciptakan peluang, kami mencetak gol pertama. Tapi dengan sedikit kesalahan harus kami bayar dengan sangat mahal,” imbuhnya.

Bhayangkara Solo FC adalah tim yang diunggulkan untuk menjuarai Piala Menpora 2021.

Berbekal skuad mewah dan ditangani pelatih Paul Munster, tim berjulukan The Guardian tersebut superior dibandingkan tim-tim lainnya.

Tanpa bermaksud mendiskreditkan tim lawan, TM Ichsan pun merasa Bhayangkara Solo FC tampil lebih siap dibandingkan Persija Jakarta pada Rabu (31/3/2021) malam.

Namun ternyata tampil bagus dengan komposisi pemain kelas wahid tak cukup membawa Bhayangkara Solo FC untuk lolos.

Baca juga: Hasil dan Klasemen Piala Menpora - Persija Lolos Dramatis, PSM Runner Up Grup B

Sesuai kata orang, bola itu bulat, selama 90 menit semua bisa terjadi di dalam lapangan.

“Semua melihat dari pertandingan kans kami untuk lolos sangat besar, kami menguasai bola dan menciptakan gol pertama,” ujar pemain berusia 23 tahun.

“Tapi Dewi Fortuna belum bersama kami, satu peluang dari tendangan jauh Marc Klok membentur mistar dan kembali ke gawang. Mungkin itu yang saya bilang Dewi Fortuna belum berpihak pada Bhayangkara,”

“Kami sudah jalani latihan teknik, taktik, semua sudah kami kerjakan. Tapi Tuhan belum berkehendak, kami bisa bicara apa,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X