Pengorbanan Jordan Henderson di Liverpool, dari Kaki Mati Rasa sampai Gonta-ganti Posisi

Kompas.com - 01/02/2021, 20:20 WIB
Kapten Liverpool, Jordan Henderson (tengah) ketika mengangkat trofi juara Premier League, kasta teratas Liga Inggris, musim 2019-2020 di Stadion Anfield, Rabu 22 Juli 2020. AFP/ PAUL ELLISKapten Liverpool, Jordan Henderson (tengah) ketika mengangkat trofi juara Premier League, kasta teratas Liga Inggris, musim 2019-2020 di Stadion Anfield, Rabu 22 Juli 2020.
|


KOMPAS.com - Jordan Henderson telah menunjukkan banyak pengorbanan hebat buat Liverpool. Mulai dari mati rasa di bagian kaki, sampai gonta-ganti posisi.

Ada alasan kenapa ban kapten Liverpool melingkar erat di lengan Jordan Henderson. Gelandang berusia 30 tahun itu punya solidaritas tinggi dan senantiasa mengutamakan kepentingan tim.

Partai pekan ke-21 kompetisi kasta teratas Liga Inggris, Premier League 2020-2021, kontra West Ham di Stadion London, Minggu (31/1/2021) menjadi salah satu bukti betapa besar kemauan Jordan Henderson berkorban untuk kepentingan tim.

Dalam laga tersebut, Jordan Henderson kembali mentas sebagai bek tengah, yang jelas bukanlah posisi naturalnya.

Pada pekan sebelumnya kontra Tottenham, Henderson juga mengokupasi jantung pertahanan The Reds.

Baca juga: Bobol West Ham Dua Kali, Mohamed Salah Setara Legenda Liverpool

Kendati tak merumput di posisi asli, totalitas Henderson untuk Liverpool adalah hal yang pasti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada menit ke-9 partai versus West Ham, Henderson melakukan blok krusial yang mencegah lawan membuka keunggulan via ayunan kepala Tomas Soucek.

Berkorban untuk kepentingan tim seperti sudah menjadi naluri alami Henderson.

Ketika merekah bersama Sunderland, Henderson awalnya menempati pos gelandang kanan, sebelum kemudian didaulat Steve Bruce untuk lebih ke dalam dan menjadi tipe pemain tengah box-to-box.

Semasa Liverpool diarsiteki Brendan Rodgers, Henderson lalu sempat diminta lebih turun ke belakang sebagai gelandang jangkar.

Posisi serupa juga sempat diperankan Henderson di awal era kepelatihan Juergen Klopp. Awalnya sang pemain asli Sunderland tersebut kesulitan, tapi kemudian bisa cakap menyesuaikan.

Baca juga: Hasil West Ham Vs Liverpool, Salah Kembali Jadi Momok The Hammers

Henderson lantas melesat kala menempati pos gelandang kanan dalam skema 4-3-3 Liverpool.

Namun, ketika diminta Klopp menjalani peran sebagai deep-lying midfielder pada akhir 2019, Henderson siap sedia dan tak mengecewakan.

“Henderson melakoni peran (sebagai bek tengah) dengan sangat baik. Kita tak boleh lupa bahwa Hendo adalah pemain nomor 8."

"Ia pemain nomor 8 yang bertransformasi menjadi pemain nomor 6, lalu berubah lagi menjadi pemain nomor 4. Ia bisa menempati semua posisi tersebut,” kata Klopp melayangkan pujian kepada Henderson.

Pemain nomor 8 adalah terminologi untuk menjelaskan peran sebagai gelandang kanan, angka 6 terkait dengan posisi gelandang tengah, sementara 4 untuk mendeskripsikan gelandang jangkar yang berdiri tepat di depan bek sentral.

“Kemampuan fisik Henderson sangat jelas terlihat, tapi dia cerdas sebab mampu menempati bermacam posisi,” kata Klopp melanjutkan.

Baca juga: Klasemen Liga Inggris - Man United Selamat, Liverpool Ambil Manfaat

Apa pun yang diminta pelatih, Henderson seperti siap sedia untuk melaksanakan tugas.

Pengorbanannya buat Liverpool tak sebatas bergonta-ganti posisi.

Fans Liverpool tentu tahu kisah heroik Henderson dalam perjalanan tim menjuarai Liga Champions 2018-2019.

Pada partai leg kedua semifinal Liga Champions kontra Barcelona di Anfield, Liverpool butuh kemenangan dengan margin empat gol agar bisa lolos ke partai puncak.

The Reds, julukan Liverpool, sukses mewujudkan misi hampir mustahil tersebut via kemenangan 4-0 dan Henderson muncul sebagai salah satu protagonis.

Baca juga: Jadwal Liga Inggris, Duo Manchester Bentrok Penjegal Liverpool

Sang kapten Liverpool bermain selama 90 menit penuh dengan menahan rasa sakit di bagian lutut kanan!

“Kaki saya mati rasa. Dokter berkata untuk terus menggerakannya,” kata Henderson mengisahkan.

“Saya bisa menyelesaikan babak pertama dan kemudian mendapatkan sejumlah perawatan serta obat penahan rasa sakit,” ucap Henderson lagi.

“Saya berhasil melanjutkan pertandingan dan riuh suporter membantu serta membuat tim terus berjuang. Malam yang luar biasa dan saya bangga bisa menjadi bagian dari itu dan ikut berkontribusi,” tutur Henderson yang membela The Reds sejak 2011.

Liverpool lantas menjadi juara Liga Champions 2018-2019 usai menekuk sesama representasi Inggris, Tottenham Hotspur 2-0 di partai puncak.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arema FC Ambil Langkah Tegas Kasus Perusakan Bus oleh Oknum Suporter

Arema FC Ambil Langkah Tegas Kasus Perusakan Bus oleh Oknum Suporter

Liga Indonesia
Pujian Solskjaer untuk Ronaldo, Pahlawan Kemenangan Man United

Pujian Solskjaer untuk Ronaldo, Pahlawan Kemenangan Man United

Liga Champions
Fleksibilitas Posisi yang Membuat Leroy Sane Kembali Bersinar

Fleksibilitas Posisi yang Membuat Leroy Sane Kembali Bersinar

Sports
Rating Pemain Man United Vs Atalanta, Banyak Angka Medioker

Rating Pemain Man United Vs Atalanta, Banyak Angka Medioker

Liga Champions
Klasemen Liga Champions - Man United ke Puncak, Juventus-Bayern Sempurna

Klasemen Liga Champions - Man United ke Puncak, Juventus-Bayern Sempurna

Liga Champions
Memori Indah Irfan Bachdim Saat Merumput di Liga Jepang

Memori Indah Irfan Bachdim Saat Merumput di Liga Jepang

Liga Lain
Update Gol Messi dan Ronaldo di Liga Champions, Kejar-kejaran Berlanjut

Update Gol Messi dan Ronaldo di Liga Champions, Kejar-kejaran Berlanjut

Liga Champions
Chelsea Vs Malmo - The Blues Pesta Gol, Jorginho Ingatkan Rendah Hati

Chelsea Vs Malmo - The Blues Pesta Gol, Jorginho Ingatkan Rendah Hati

Liga Champions
Bus Arema FC Diserang Gerombolan Orang Tidak Dikenal

Bus Arema FC Diserang Gerombolan Orang Tidak Dikenal

Liga Indonesia
Man United Vs Atalanta, Ferdinand: Bukti Para Pemain Berjuang demi Ole!

Man United Vs Atalanta, Ferdinand: Bukti Para Pemain Berjuang demi Ole!

Liga Champions
Rekap Hasil Denmark Open: Ginting Retired, Indonesia Tambah 5 Wakil di 16 Besar

Rekap Hasil Denmark Open: Ginting Retired, Indonesia Tambah 5 Wakil di 16 Besar

Badminton
Penjelasan Ginting Mundur dari Denmark Open, Terasa Sakit sejak Final Piala Thomas

Penjelasan Ginting Mundur dari Denmark Open, Terasa Sakit sejak Final Piala Thomas

Badminton
Man United Vs Atalanta, Paul Scholes Tak Terbuai Comeback 3-2

Man United Vs Atalanta, Paul Scholes Tak Terbuai Comeback 3-2

Liga Champions
Hasil Lengkap Liga Champions, Bayern-Chelsea Pesta Gol, Man United Menang Dramatis

Hasil Lengkap Liga Champions, Bayern-Chelsea Pesta Gol, Man United Menang Dramatis

Liga Champions
Tandukan Penentu Ronaldo: Lompatan dan Waktunya Sempurna, Tepat di Sudut

Tandukan Penentu Ronaldo: Lompatan dan Waktunya Sempurna, Tepat di Sudut

Liga Champions
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.