Kompas.com - 14/01/2021, 14:54 WIB
Komite pemilihan sedang bersama kepolisian saat menjelaskan pembatalan Kongres ASKAB PSSI Malang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (14/1/2021) pagi. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUKomite pemilihan sedang bersama kepolisian saat menjelaskan pembatalan Kongres ASKAB PSSI Malang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (14/1/2021) pagi.

MALANG, KOMPAS.com - Kongres Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Malang pada Kamis (14/01/2021) pagi dibubarkan oleh Polres Malang Kota dan Satgas Covid-19.

Pembubaran dilakukan karena Kongres yang dilaksanakan di Pendopo Agung Kabupaten, Kantor Bupati Malang, tersebut belum mengantongi izin dari Satgas Covid-19.

Disebutkan, ada miss komunikasi yang terjadi. Pihak penyelenggara mengakui sudah berkomunikasi dengan pihak terkait untuk penyelenggaraan kongres.

Hanya saja, perizinan diurus sekitar Desember lalu, jauh sebelum adanya kebijakan PPKM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Jawa-Bali.

Meski sempat tegang, pembubaran berjalan dengan aman dan lancar.

Baca juga: Arema FC Minta Sepak Bola Harus Dipaksa Bangun dari Tidur

 

Pihak Komite Pemilihan pun memutuskan untuk menunda kongres sampai semua persyaratan dan perizinan terpenuhi.

Menanggapi berita tersebut, sekretaris PSSI Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Timur, Amir Burhanuddin, angkat bicara.

Dia membenarkan bahwa ada kendala yang membuat pertemuan besar tersebut harus dijadwalkan kembali.

“Atas laporan KP (Komite Pemilihan) bahwa kegiatan hari ini belum mendapatkan rekomendasi dari gugus tugas Covid-19. Sehingga, tidak mendapatkan dukungan keamanan dari Satpol PP karena tempatnya di Kantor Bupati,” kata Amir Burhanuddin kepada KOMPAS.com .

“KP memutuskan untuk menunda pelaksanaan hari ini sambil berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” imbuhnya.

Suasana ruang kongres ASKAB PSSI Malang setelah pembatalan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (14/01/2021) pagi.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Suasana ruang kongres ASKAB PSSI Malang setelah pembatalan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (14/01/2021) pagi.

Amir Burhanuddin mewakili Asprov memahami dan memaklumi adanya miss komunikasi ini. Walaupun, sejak awal sudah ada firasat bahwa kejadian seperti ini bakal terjadi.

Pihaknya memerintahkan agar segera berkoordinasi dengan pihak gugus tugas Covid-19 untuk mendapatkan rekomendasi yang dibutuhkan supaya kongres bisa kembali dilanjutkan.

Dia juga menegaskan bahwa penundaan ini murni masalah teknis bukan unsur rekayasa apalagi kesengajaan untuk merugikan salah satu pihak.

“Kami tegaskan lagi, ini tidak ada kaitannya dengan politik organisasi atau dukung mendukung, karena prinsipnya suara adalah milik voter,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X