Protokol Kesehatan Liga 1 2020, dari Supir Bus Sampai Tukar Jersey

Kompas.com - 18/09/2020, 21:20 WIB
Pemain Arema FC, Johan Ahmad Alfarizi saat rapid test gelombang pertama di Kantor Arema, Jumat (17/07/2020) siang. KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Arema FC, Johan Ahmad Alfarizi saat rapid test gelombang pertama di Kantor Arema, Jumat (17/07/2020) siang.

KOMPAS.com - PT Liga Indonesia Baru telah merilis protokol kesehatan kepada tim-tim Liga 1 dan Liga 2 jelang bergulir kembalinya kompetisi sepak bola profesional di Indonesia.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi telah menggelar medical meeting bersama dokter klub peserta Liga 1 dan Liga 2 pada Rabu (16/09/2020).

Mereka membagikan protokol kesehatan bertajuk #Extraordinary Competition kepada para tim peserta.

Protokol kesehatan ini mencakup segala hal, mulai dari transportasi sampai setelah pertandingan.

Berikut adalah beberapa hal yang terpapar dalam dokumen protokol kesehatan sebanyak 25 lembar PDF tersebut.

Transportasi

Protokol kesehatan pertama mencakup bagian transportasi termasuk bagi supir  yang bertugas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Supir bersangkutan harus mengikuti swab tes dengan hasil negatif dengan masa berlaku 14 hari.

Suhu tubuhnya harus di bawah 37,8 derajat celcius dengan saturasi oksigen perifer lebih besar dari 94 persen.

Terlebih, tidak ada gejala demam/batuk nyeri telan hilang sensasi penciuman.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X