Pandemi Covid-19 Membuat Real Madrid Harus Buang Gareth Bale

Kompas.com - 02/05/2020, 17:30 WIB
Penyerang Real Madrid, Gareth Bale, masuk ke lapangan pada laga babak 16 besar Liga Champions kontra Manchester City di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (27/2/2020) pagi WIB. JAVIER SORIANOPenyerang Real Madrid, Gareth Bale, masuk ke lapangan pada laga babak 16 besar Liga Champions kontra Manchester City di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (27/2/2020) pagi WIB.

KOMPAS.com - Real Madrid adalah salah satu klub yang hingga sekarang terlindungi secara finansial dari dampak pandemi virus corona. Akan tetapi, ketiadaan kompetisi membuat mereka harus melepas pemain jika ingin kompetitif di bursa transfer lagi.

Sebelum pandemi, Real Madrid memperkirakan bahwa pemasukan total mereka akan berdiri di angka 822 juta euro.

Seperti dilaporkan As, angka ini terdiri dari 162 juta euro untuk tiket musiman, keanggotaan, dan penjualan tiket; 109 juta euro dari laga persahabatan dan kompetisi internasional; 180 juta euro unutk hak siar televisi; dan yang terbesar adalah 371 juta euro dari pemasukan marketing.

Ketiadaan kompetisi membuat Real Madrid bisa kehilangan pemasukan setidaknya 20 persen yang akan berada di angka 165 juta euro.

Baca juga: Kisah Marc Bartra setelah Diasapi Gareth Bale, Iker Casillas Datang Menghibur

Jumlah tersebut bisa bertambah 54 juta euro apabila Madrid terpaksa memberi kompensasi kepada para pemegang tiket musiman jika Liga Spanyol akan berlanjut kembali tanpa penonton.

Selain itu, menutup museum dan stadion Santiago Bernabeu dari pengunjung membuat mereka kehilangan 25 juta euro tambahan.

Hal tersebut akan menciptakan masalah karena gaji para pemain tetap di angka 741 juta euro.

Alhasil, walau tak membuat kondisi keuangan klub dalam bahaya seperti kubu-kubu lain, Real Madrid perlu mencari pemasukan lain agar bisa kompetitif di bursa transfer jelang musim depan.

Kendati klub bisa menghemat 45 juta euro dari pemotongan gaji 10 persen di antara pemain apabila kompetisi dilanjutkan kembali, mereka perlu mencari pemasukan tambahan lain.

Pemain-pemain dengan gaji terbesar akan menjadi korban pertama.

Baca juga: Marathon Horor Olimpiade 1904, Sang Pemenang Minum Racun Tikus Jelang Garis Finish

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X