Berulang Tahun ke-38, Kaka Jadi Manusia Peraih Ballon d'Or Terakhir Sebelum Dominasi CR7 dan Messi

Kompas.com - 23/04/2020, 18:00 WIB
Gelandang AC Milan, Ricardo Kaka, merayakan salah satu dari dua golnya ke gawang Chievo Verona, pada pertandingan Serie-A, di San Siro, Sabtu (29/3/2014). OLIVIER MORIN / AFPGelandang AC Milan, Ricardo Kaka, merayakan salah satu dari dua golnya ke gawang Chievo Verona, pada pertandingan Serie-A, di San Siro, Sabtu (29/3/2014).

KOMPAS.com - Mantan penggawa timnas Brasil, Kaka berulang tahun yang ke-38 pada Rabu (22/11/ 2020) kemarin.

Pria bernama lengkap Ricardo Izecson Dos Santos Leite itu dikenal sebagai salah satu pesepak bola tersukses dari Negeri Samba.

Hal tersebut terbukti lewat prestasi yang ia ukir selama 17 tahun berkarier di dunia sepak bola profesional.

Nama Kaka mulai bersinar sejak berusia 19 tahun, tepatnya ketika ia melakoni musim debut bersama tim senior Sao Paulo (2001).

Dilansir dari Bleacher Report, ia langsung membukukan 12 gol dari 27 penampilan pada musim perdananya.

Selain itu, dia juga mengantarkan Sao Paulo menjuarai turnemen bertajuk "Torneio Rio-Sao Paulo" atau kompetisi lokal yang hanya diikuti klub asal Sao Paulo dan Rio de Janeiro.

Baca juga: Starting XI Terbaik Carlo Ancelotti, Ada Zidane dan Kaka, tapi Tanpa Cristiano Ronaldo

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam partai final, Kaka tampil sebagai pemain pengganti. Namun, dia hanya membutuhkan dua menit untuk mencetak sepasang gol dan memberikan kemenangan 2-1 atas Botafogo.

Penampilan impresif Kaka bersama Sao Paulo berhasil menarik minat AC Milan, yang kemudian resmi mendatangkannya pada Agustus 2003.

Bersama klub berjuluk I Rossoneri, nama Kaka semakin dikenal dan dipandang dunia.

Dia berhasil merengkuh gelar juara Liga Italia pada musim perdananya bersama AC Milan.

Kala itu, dia berkontobusi lewat sumbangan 10 gol dan delapan assist dari 30 penampilan di Serie A, kasta tertinggi Liga Italia 2003-2004.

Baca juga: Saat Terburuk Kaka, Momen Menyakitkan Istanbul 2005...

Seiring berjalannya waktu, Kaka terus membuktikan kualitasnya. Dia menjelma sebagai sosok krusial di lini tengah AC Milan.

Puncak kariernya terjadi pada 2007 ketika ia membawa AC Milan menjuarai Liga Champions.

Kaka memiliki peran penting dalam perjalanan menuju gelar paling bergengsi di Benua Eropa itu.

Dia berhasil membukukan 10 gol dan tiga assist dari 13 penampilan di Liga Champions musim 2006-2007.

Salah satu assist ia catatkan kala melakoni partai final kontra Liverpool, 23 Mei 2007. Laga tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan AC Milan.

Baca juga: Cinta dan Lara Ricardo Kaka Berseragam AC Milan

Kaka saat menerima trofi Ballon dOr 2007.AFP/PIERRE VERDY Kaka saat menerima trofi Ballon dOr 2007.

Tidak berhenti di situ, pada tahun yang sama, dia dinobatkan sebagai pemain terbaik versi FIFA dan berhasil merengkuh trofi Ballon d'Or.

Menariknya, Kaka merupakan manusia peraih Ballon d'Or terakhir sebelum dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Setelah Kaka, tidak ada pesepak bola lain yang mampu menandingi dominasi kedua pemain tersebut.

"Ronaldinho, Cristiano (Ronaldo), Messi dan saya adalah satu-satunya pemenang Ballon d'Or yang masih bermain," ucap Kaka, dikutip dari Bleacher Report (18/9/2015).

"Ini membuat saya bangga untuk berdiri bersama para pemain hebat ini, dan menjadi pemain terakhir yang memenangkan penghargaan sebelum Messi dan Ronaldo," jelas Kaka.

"Anda bisa mengatakan bahwa saya adalah pemenang Ballon d'Or terakhir yang dilahirkan di planet ini," ujar Kaka sambil berkelakar.

Baca juga: Ronaldo Atau Messi, Siapa yang Terbaik Menurut Kaka?

Dominasi Ronaldo dan Messi dalam persaingan menuju trofi Ballon d'Or terjadi selama 10 tahun.

Pemain asal Kroasia, Luka Modric, menjadi pesepak bola yang berhasil mematahkan dominasi tersebut.

Dia berhasil merengkuh gelar individu paling bergengsi itu pada 2018, setelah tampil apik bersama Real Madrid dan timnas Kroasia di Piala Dunia 2018.

Namun, kondisi itu hanya bertahan satu tahun. Selanjutnya, Messi kembali membawa pulang trofi Ballon d'Or edisi 2019.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X