Pekerjaan Rumah Persik Kediri, Mengontrol Emosi Pemain

Kompas.com - 16/03/2020, 15:40 WIB
Pemain Persik Kediri Dany Saputra saat melawan Persebaya Surabaya pada pekan pertama Liga 1 2020 yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/02/2020) malam. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPemain Persik Kediri Dany Saputra saat melawan Persebaya Surabaya pada pekan pertama Liga 1 2020 yang berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/02/2020) malam.


KEDIRI, KOMPAS.com - Persik Kediri mengoleksi kartu merah pada dua pertandingan terkini Shopee Liga 1 2020. Joko Susilo mengakui bahwa fakta ini menjadi pekerjaan baru bagi tim pelatih.

Pada pertandingan pekan ketiga Liga 1 2020 melawan Persiraja Banda Aceh di Stadion Brawijaya Kediri, Sabtu (14/3/2020), wasit Dwi Purba Adi Wicaksana harus mengeluarkan dua kartu merah sekaligus pada menit ke-60.

Kartu merah tersebut dilayangkan kepada bek Persik, Ante Bakmaz, dan kapten Persiraja, Fary Komul.

Baca juga: VIDEO - Gol Kelas Dunia ala Toni Kroos pada Laga Persik vs Persiraja

Keduanya terlibat ketegangan yang berujung pada keributan sehingga wasit asal Jawa Tengah tersebut mengusir mereka dari lapangan.

Kartu merah juga mewarnai pertandingan pekan kedua Persik kala menjamu Bhayangkara FC.

Andri Ibo harus diusir keluar pada detik-detik akhir pertandingan karena mendapatkan kartu kuning kedua.

Menangapi hal tersebut, pelatih Joko Susilo mengatakan sudah berkali-kali mengingatkan anak asuhnya untuk mengkontrol emosi. Bahkan, ia mengaku suaranya sampai habis karena berteriak-teriak di pinggir lapangan.

“Di awal saya teriak sampai suara saya serak, di ruang ganti juga sudah saya bicarakan untuk kontrol emosi. Dari pinggir lapangan juga saya terus teriak-teriak untuk kontrol emosi. Tidak masalah kebobolan, tetap bermain tenang dan tinggal tunggu waktu,” kata pelatih yang akrab dipanggil Gethuk tersebut.

Baca juga: Liga 1 2020, 4 Rekor Terukir Seusai Laga Persik Vs Persiraja

Kendati demikian dia tidak mau menghakimi. Menurutnya apa yang ditunjukan pemainnya di dalam lapangan adalah bentuk keinginan besar untuk mendapatkan kemenangan.

“Ya mungkin karena pemain memiliki keinginan besar untuk memenangkan pertandingan jadi kehilangan kontrol,” ucapnya.

Joko Susilo pun akan mengkaji ulang masalah emosi pemain ini. Dia berencana menggelar dialog dengan pemain agar masalah ini tidak terulang kembali di pertandingan selanjutnya.

“Itu akan menjadi catatan tersendiri dan saya akan bicara dan berdiskusi lagi dengan para pemain,” pungkasnya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X