SEA Games 2019 Usai, Kemenpora Akan Susun "Roadmap" Sepak Bola Nasional

Kompas.com - 12/12/2019, 11:40 WIB
Menpora Zainudin Amali (tengah) bersama para atlet Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya saat upacara pengukuhan Kontingen Indonesia untuk SEA Games XXX 2019 di Hall Basket GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2019). Upacara tersebut untuk mengukuhkan kontingen Indonesia yang akan bertanding pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina dan selanjutnya akan dilepas oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc. Hafidz Mubarak AMenpora Zainudin Amali (tengah) bersama para atlet Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya saat upacara pengukuhan Kontingen Indonesia untuk SEA Games XXX 2019 di Hall Basket GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2019). Upacara tersebut untuk mengukuhkan kontingen Indonesia yang akan bertanding pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina dan selanjutnya akan dilepas oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.

KOMPAS.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menyiapkan "roadmap" atau peta jalan pengembangan sepak bola nasional demi meningkatkan prestasi di kancah internasional.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, di Malang, Jawa Timur, Ranu (11/12/2019).

Zainudin Amali menyatakan, dengan modal Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional, semua pemangku kepentingan akan terlibat dalam pengembangan sepak bola Indonesia.

"Saya dan seluruh pemangku kepentingan akan menyusun peta jalan pengembangan sepak bola nasional," ucap Zainudin, dilansir Antara.

Baca juga: Usai Dikalahkan Vietnam, Timnas U23 Indonesia Dapat Motivasi dari Menpora

Ia menjelaskan, pengembangan sepak bola nasional bukan hanya tanggung jawab PSSI semata, melainkan juga tugas kementerian lembaga dengan peranan pada masing-masing bidang.

" Sepak bola bukan hanya tanggung jawab PSSI. Misalnya, tidak memiliki lahan, maka Kementerian ATR/BPR akan mencarikan lahan, dan yang membangun Kementerian PUPR," kata Zainudin.

Sebagai catatan, pada gelaran SEA Games 2019, timnas U23 Indonesia baru saja dikalahkan Vietnam dengan skor 0-3 pada laga final cabang olahraga (cabor) sepak bola putra di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (10/12/2019).

Zainudin menuturkan, pihaknya sempat melakukan pembicaraan dengan Menteri Olahraga Vietnam terkait pengembangan sepak bola di sana.

Prestasi yang berhasil ditorehkan Vietnam pada SEA Games 2019, lanjut Zainudin, merupakan buah dari persiapan selama 10 tahun.

Baca juga: 16 Tahun SEA Games, Indonesia Sulit Ungguli Thailand dan Vietnam

Tidak hanya itu, Vietnam juga sukses mengawinkan dua medali emas yang didapat sepak bola putra dan putri pada SEA Games 2019.

"Tidak ada pengukiran prestasi yang instan. Harus jangka panjang, terstruktur, dan punya arah yang jelas. Kami akan lakukan itu untuk sepak bola," tutur Zainudin.

Adapun kekalahan timnas U23 Indonesia pada laga puncak SEA Games 2019, sekaligus menandai kegagalan Indonesia untuk membawa pulang medali emas dari cabor sepak bola selama 28 tahun.

Kali terakhir, Indonesia meraih medali emas SEA Games dari cabor sepak bola pada 1991 di Filipina.

Sementara itu, untuk Vietnam, medali SEA Games 2019 merupakan yang pertama kali bagi negeri berjulukan Vietnam Rose itu.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya