Gagal Bawa Sriwijaya FC Pormosi, Kas Hartadi Pasrahkan Masa Depannya

Kompas.com - 25/11/2019, 23:21 WIB
Pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi (tengah), bersama pemainnya Akbar Zakaria (kiri), dalam konferensi pers sebelum pertandingan melawan Blitar Bandung United, Minggu (4/8/2019). KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAPelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi (tengah), bersama pemainnya Akbar Zakaria (kiri), dalam konferensi pers sebelum pertandingan melawan Blitar Bandung United, Minggu (4/8/2019).


GIANYAR, KOMPAS.com - Sriwijaya FC tumbang 0-1 dari Persiraja Banda Aceh dalam perebutan tempat ketiga Liga 2 2019 yang diselenggarakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (25/11/2019).

Hasil ini sekaligus membuat Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, gagal kembali ke Liga 1 untuk musim 2020.

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Kas Hartadi dan anak asuhnya. Pasalnya, sejak awal musim ini, Sriwijaya FC diproyeksikan kembali ke kasta tertinggi.

Baca juga: Sriwijaya FC Vs Persiraja, Laskar Rencong Menang dan Promosi ke Liga 1

Untuk memuluskan langkah mereka, manajemen menggelontorkan banyak dana untuk merekrut pemain sarat pengalaman.

Nyatanya, Sriwijaya FC gagal. Mereka harus menunggu setidaknya satu musim lagi untuk "naik kelas".

Kas Hartadi selaku peracik strategi pun tidak bisa berkomentar banyak. Ia hanya bisa mengucapkan permohonan maaf atas hasil yang mengecewakan ini. 

Sebagai bentuk pertanggungjawabannya, ia menegaskan siap dievaluasi manajemen. Ia memasrahkan masa depannya kepada petinggi Laskar Wong Kito. 

“Semua tergantung pada manajemen Sriwijaya,” ucapnya.

Namun yang jelas, Kas masih menaruh harapan besar untuk tetap menukangi Ambrizal dan kawan-kawan.

Apalagi, ia menegaskan bahwa Kota Palembang sudah menjadi rumah kedua baginya.

Baca juga: Final Liga 2 2019, Sriwijaya FC dan Persiraja Berebut 1 Tiket Promosi

“Kalau saya ingin tetap bertahan, karena rumah kedua saya ada di Palembang. Saya dari pemain sampai pelatih di Palembang. Kalau dari pihak manajemen Sriwijaya masih, membutuhkan tenaga saya, saya pasti siap,” kata pelatih kelahiran Desember 1970 tersebut.

Kini, pelatih berusia 48 tahun tersebut masih menunggu keputusan dari manajemen. Ia mengaku siap menerima apapun keputusannya nanti. 

Meskipun gagal mempersembahkan yang terbaik, Kas Hartadi tetap layak mendapatkan apresiasi. Bisa bertenger di posisi empat besar bukan prestasi yang sembarangan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X