Dampingi Anak Berbakat Sepak Bola, Orangtua Perlu Perhatikan Hal Ini

Kompas.com - 04/11/2019, 17:48 WIB
Foto : Anak-anak yang mengikuti sekolah sepak bola yang dibuka Kodim 0803 Madiun nampak berlatih di Lapangan Gajah Mada Madiun, Minggu ( 8/1/2017). Kontributor Madiun, Muhlis Al AlawiFoto : Anak-anak yang mengikuti sekolah sepak bola yang dibuka Kodim 0803 Madiun nampak berlatih di Lapangan Gajah Mada Madiun, Minggu ( 8/1/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Orangtua adalah pendukung utama bagi anak-anak yang mempunyai bakat sepak bola.

"Ya, paling penting adalah orangtua mendukung dan mendampingi anak berbakat sepak bola," kata asisten pelatih klub sepak bola Persita Tangerang Wiganda Saputra usai bersama empat pemain klub Shoppe Liga 2 yakni Asri Akbar, M. Toha, Annas Fitranto, dan Zikri Akbar memberikan pelatihan dasar sepak bola (coaching clinic) bagi sekitar 30 orang anak asuh SOS Children's Villages Jakarta di lapangan sepak bola SOS Children's Villages Jakarta di Cibubur, Jakarta Timur pada Minggu (3/11/2019).

Baca juga: Gandeng SOS Childrens Villages, Persita Tangerang Usung Misi Ini

Menurut Wiganda, cara yang terbilang mengena adalah hadir langsung di lapangan sepak bola.

"Saya juga melakukan hal itu terhadap anak saya," kata pria yang karib disapa Gandul ini.

Lebih lanjut, mantan anggota Timnas PSSI Primavera Baretti ini juga mengatakan orangtua juga wajib memberi perhatian pada asupan makanan anak.

"Paling baik ya perhatikan asupan protein," kata Wiganda lagi.

Anak-anak dari SOS Childrens Villages Cibubur Jakarta Timur bersiap mengikuti pelatihan dasar sepak bola (coaching clinic) dari klub sepak bola Persita Tangerang di lapangan sepak bola SOS Childrens Villages Cibubur, Minggu (4/11/2019).
Kompas.com/Josephus Primus Anak-anak dari SOS Childrens Villages Cibubur Jakarta Timur bersiap mengikuti pelatihan dasar sepak bola (coaching clinic) dari klub sepak bola Persita Tangerang di lapangan sepak bola SOS Childrens Villages Cibubur, Minggu (4/11/2019).

Protein

Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Machmud mengingatkan bahwa Indonesia adalah sumber makanan berprotein.
Kementerian Kelautan dan Perikanan Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Machmud mengingatkan bahwa Indonesia adalah sumber makanan berprotein.

Sementara itu, terkait dengan protein, Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Machmud mengingatkan bahwa Indonesia adalah sumber makanan berprotein.

"Ikan adalah sumber protein terbesar dibandingkan dengan daging maupun pangan sumber protein nabati," katanya di sela-sela diskusi Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) pekan lalu.

Ilustrasi makanan sumber proteinshutterstock Ilustrasi makanan sumber protein

Machmud menambahkan sejak di dalam kandungan, asupan protein harus sudah menjadi bagian dari hidup anak.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X