Resmi, Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2021

Kompas.com - 24/10/2019, 11:35 WIB
Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, dan Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, P Tri Agung Kristanto, berbincang dalam acara media visit PSSI ke Menara Kompas, Jakarta, pada Jumat (11/10/2019). Dalam acara itu, Sekjen PSSI berbicara soal Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. KOMPAS.com/Firzie A. IdrisSekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, dan Wakil Pemimpin Redaksi Kompas, P Tri Agung Kristanto, berbincang dalam acara media visit PSSI ke Menara Kompas, Jakarta, pada Jumat (11/10/2019). Dalam acara itu, Sekjen PSSI berbicara soal Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia resmi ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. 

Kepastian Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 setelah FIFA selaku otoritas sepak bola tertinggi di dunia melakukan general meeting di Shanghai, China, Kamis (24/10/2019).

Dalam bidding tuan rumah Piala Dunia U-20 2021, Indonesia berhasil menyisihkan Brasil dan Peru yang juga mengajukan diri.

Di sela-sela pertemuan umum FIFA itu, dilakukan presentasi akhir dari proses bidding Piala Dunia U-20 2021.

Baca juga: Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Ini Calon Stadion yang Dipakai

Sekjen PSSI, Ratu Tisha, datang langsung ke Shanghai untuk melakukan presentasi.

Hasil presentasi PSSI tentang sepak bola Indonesia yang dibawakan Ratu Tisha mengundang decak kagum bagi FIFA.

Setelah presentasi, FIFA akhirnya mengumumkan Indonesia berhak menjadi tuan rumah event sepak bola yunior terbesar di dunia tersebut.

“Alhamdulillah Indonesia menang dan terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021,” kata Kepala Media dan Hubungan Internasional PSSI, Gatot Widakdo, kepada Kompas.com, Kamis (24/10/2019).

“Salah satu poin kita menang adalah suksesnya presentasi di depan FIFA,” kata Gatot Widakdo.

Baca juga: Indonesia Host Piala Dunia U-20, Kejar Lapangan Latihan Kelas Dunia

 

Proses bidding 

Indonesia merupakan satu dari sejumlah negara yang masuk daftar pendek untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Tanah Air menjadi satu dari tiga calon host tersisa bersama dengan dua negara Amerika Selatan, Brasil, dan Peru.

Indonesia menjadi wakil AFC tersisa setelah Myanmar/Thailand dan Bahrain/Arab Saudi/Uni Emirat Arab mengundurkan diri.

Bagi PSSI, pencalonan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang menuju misi membawa Indonesia menjadi host Piala Dunia senior pada 2034 atau 2038.

Baca juga: Piala Dunia U-20 Bisa Jadi Momentum Menggairahkan Sepak Bola Yogyakarta

Oleh karena itu, Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, mengatakan, pencalonan ini harus dikawal bersama dan jikapun gagal, harus dikawal lebih ketat lagi karena akan ada milestone-milestone lagi ke depan.

Hal ini disampaikan Ratu Tisha dalam media visit ke Kompas Group di Menara Kompas, Jakarta, Jumat (11/10/2019).

Menurut Ratu Tisha, Indonesia tak pernah sedekat ini dilirik oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah kompetisi akbar mereka.

"FIFA sudah datang sekali untuk inspeksi. Ini tahapan tertinggi yang Indonesia pernah alami," tuturnya kepada para wartawan dari harian Kompas, Kompas.com, KompasTV, dan BolaSport.com.

Baca juga: Alasan PSSI Ingin Jadi Penyelenggara Piala Dunia U-20

"Ada tiga tahapan sebelum penunjukan host Piala Dunia. Pertama adalah menyerahkan dokumen yang terdiri lebih dari 250 kategori. Kedua, eligibility semua dokumen secara administrasi sudah pas. Ketiga, mereka akan melakukan inspeksi langsung," tutur Tisha.

Pada 16-19 September 2019, delegasi FIFA memang telah melakukan survei ke 5 dari 10 stadion yang PSSI ajukan sebagai venue pertandingan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X