Bek Legendaris Juventus Sebut FIFA dan FIGC Tak Becus Tangani Rasisme

Kompas.com - 05/09/2019, 15:20 WIB
Mantan pemain Juventus dan Parma, Lilian Thuram. AFP PHOTO / YASUYOSHI CHIBA Mantan pemain Juventus dan Parma, Lilian Thuram.
|

"Selama bertahun-tahun reaksinya selalu sama. Semua orang bilang ini adalah perkara serius, tetapi pada akhirnya tidak ada solusi sama sekali. Itu artinya, ada kemunafikan yang luar biasa," kata Thuram kepada Corriere dello Sport.

"Di Perancis, misalnya, wasit bisa menghentikan laga dan mengirim kedua tim ke ruang ganti ketika ada ujaran suara rasis dari penonton. Namun, di Italia, saya tidak pernah melihat ada tindakan konkret semacam ini," ujar Thuram.

Reaksi Thuram itu bisa dimaklumi karena sebelum Lukaku, ada Moise Kean yang menjadi korban dari kasus serupa.

Baca juga: Rasisme Kembali Terjadi di Liga Italia, Kali Ini Lukaku Korbannya

Pelakunya pun sama, yakni fans Cagliari.

Thuram sendiri pernah berkarier 10 tahun di Italia bersama Parma dan Juventus.

Pria berkebangsaan Perancis itu memang terkenal vokal menyuarakan isu rasisme dan ketidakadilan sepak bola sejak aktif bermain hingga masa pensiunnya sekarang.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber GOAL
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X