Mourinho Tak Bisa Nikmati Waktu Senggang karena Ingin Kembali Melatih

Kompas.com - 31/07/2019, 14:46 WIB
Jose Mourinho semasa masih melatih Manchester United dalam laga Liga Inggris melawan Chelsea di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris pada 20 Oktober 2018.
GLYN KIRK/AFPJose Mourinho semasa masih melatih Manchester United dalam laga Liga Inggris melawan Chelsea di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris pada 20 Oktober 2018.

KOMPAS.comJose Mourinho kembali berbicara tentang masa depan karier kepelatihannya.

Mantan pelatih Chelsea dan Real Madrid itu mengatakan bahwa dirinya sedang mencari klub yang tepat.

"Hal yang sulit bagi saya saat ini adalah berkata 'tidak' untuk kemungkinan melatih lagi," kata Mourinho, dilansir Sky Sports (30/7/2019).

"Saya sudah bersabar dan sedang menunggu untuk klub yang tepat. Klub yang pada dimensi saya sebagai manajer," ucapnya.

Baca juga: Jose Mourinho Favoritkan Inter Milan Juara Liga Italia 2019-2020

"Saya memiliki banyak pergerakan hati saat ini, tetapi tentu saja untuk klub yang tepat," katanya lagi.

Pria 56 tahun itu memang lama menganggur sejak ia dipecat Manchester United pada Desember 2018.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mourinho dilaporkan menolak tawaran melatih klub Liga Super China, Guangzhou Evergrande.

Padahal, Guangzhou akan menggaji Mourinho sebesar 88 juta poundsterling (sekitar Rp 1,4 triliun).

Nilai itu akan membuatnya menjadi pelatih dengan bayaran termahal di dunia.

Pelatih asal Portugal itu mengungkapkan gaji bukanlah hal yang penting. Ia lebih mementingkan sifat dan dimensi pekerjaan.

Baca juga: Belajar Bahasa Jerman, Kode Mourinho Akan Latih Klub Bundesliga?

Mourinho juga sempat diberitakan menggantikan Rafael Benitez di Newcastle. Namun, kabar itu hanyalah angin lalu belaka.

"Jika Anda mengatakan kepada saya sebuah klub di negara lain ingin berjuang menjadi juara, untuk membangun sesuatu yang spesial, untuk membawa klub ke level berbeda, barangkali saya akan tertarik. Siapa yang tahu? Namun, fokus saya adalah klub yang besar," ucap eks pelatih FC Porto itu.

Jose Mourinho semasa masih menjadi Manajer Manchester United saat berselebrasi dengan memegang telinga saat timnya mengalahkan Juventus pada laga Grup H Liga Champions di Stadion Allianz, Rabu (7/11/2018).MARCO BERTORELLO Jose Mourinho semasa masih menjadi Manajer Manchester United saat berselebrasi dengan memegang telinga saat timnya mengalahkan Juventus pada laga Grup H Liga Champions di Stadion Allianz, Rabu (7/11/2018).

Mourinho mengatakan, saat ini dirinya tidak fokus menikmati masa senggangnya karena segera ingin melatih.

"Teman-teman saya berkata, nikmatilah waktu, nikmatilah Juli, Agustus, dan waktu yang belum pernah didapatkan," kata Mourinho.

"Namun, sejujurnya, saya tidak bisa menikmatinya. Saya tidak cukup senang untuk menikmatinya karena saya sedang berapi-api," tuturnya.

Tak lama ini, Mourinho mulai menunjukkan teka-teki ke mana ia akan berlabuh selanjutnya.

Pelatih asal Portugal itu sedang belajar bahasa Jerman.

Meski sudah melanglang buana ke sejumlah liga dan klub top Eropa, Mou, sapaan akrab Mourinho, hingga kini belum pernah menangani klub Liga Jerman.

Dari lima liga top Eropa, hanya Liga Perancis dan Jerman yang belum dicobanya.

Bisa jadi, Liga Jerman akan menjadi pelabuhan Mourinho selanjutnya.



Sumber Sky Sports
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Olimpiade Tokyo 2020, Perolehan Medali Indonesia Meningkat dari 2016

Olimpiade Tokyo 2020, Perolehan Medali Indonesia Meningkat dari 2016

Sports
Sepak Bola Putri Olimpiade Tokyo: Swedia Vs Kanada di Final, AS-Australia Berebut Perunggu

Sepak Bola Putri Olimpiade Tokyo: Swedia Vs Kanada di Final, AS-Australia Berebut Perunggu

Internasional
Rekap Kiprah Wakil Badminton Indonesia di Olimpiade Tokyo, Sumbang 2 Medali

Rekap Kiprah Wakil Badminton Indonesia di Olimpiade Tokyo, Sumbang 2 Medali

Badminton
Suvenir Olimpiade Tokyo 2020 Ini Paling Banyak Dibeli

Suvenir Olimpiade Tokyo 2020 Ini Paling Banyak Dibeli

Sports
Ini Lokasi Berburu Suvenir Olimpiade Tokyo 2020

Ini Lokasi Berburu Suvenir Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - 3 Besar Konsisten, Indonesia Melesat ke Peringkat 35

Klasemen Medali Olimpiade Tokyo - 3 Besar Konsisten, Indonesia Melesat ke Peringkat 35

Sports
Apakah Berenang di Kolam Renang Umum Bisa Tertular Virus Corona?

Apakah Berenang di Kolam Renang Umum Bisa Tertular Virus Corona?

Sports
Olimpiade Tokyo 2020, Kantor Pos Sementara dan Ruang Pers Utama di Perkampungan Atlet Jadi Lokasi Favorit

Olimpiade Tokyo 2020, Kantor Pos Sementara dan Ruang Pers Utama di Perkampungan Atlet Jadi Lokasi Favorit

Sports
Perkembangan Badai Cedera Pemain Persebaya Surabaya

Perkembangan Badai Cedera Pemain Persebaya Surabaya

Liga Indonesia
Lewat Video Call, Presiden Jokowi Undang Greysia/Apriyani ke Istana

Lewat Video Call, Presiden Jokowi Undang Greysia/Apriyani ke Istana

Badminton
Momen Unik Olimpiade Tokyo: Peloncat Indah Inggris Pantau Lomba Sambil Merajut!

Momen Unik Olimpiade Tokyo: Peloncat Indah Inggris Pantau Lomba Sambil Merajut!

Sports
Olimpiade Tokyo 2020, 2 Ruang di Perkampungan Atlet Jadi Lokasi Favorit

Olimpiade Tokyo 2020, 2 Ruang di Perkampungan Atlet Jadi Lokasi Favorit

Sports
Lifter Nurul Akmal Tutup Perjuangan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Lifter Nurul Akmal Tutup Perjuangan Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Sports
Hendry Saputra, Pelatih Tunggal Putra yang Larang Anak Asuhnya Pacaran

Hendry Saputra, Pelatih Tunggal Putra yang Larang Anak Asuhnya Pacaran

Sports
Daftar Gelar Juara Greysia/Apriyani, Emas Olimpiade Masuk Koleksi

Daftar Gelar Juara Greysia/Apriyani, Emas Olimpiade Masuk Koleksi

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X