Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kejuaraan Catur Junior Asia U-20 Selaras Misi Menteri Pariwisata

Kompas.com - 02/07/2019, 16:20 WIB
Nirmala Maulana Achmad,
Tri Indriawati

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Turnamen Catur Asian Juniors Open & Girls U-20 2019 baru memasuki babak pertama pada hari ini, Selasa (2/7/2019), 

Berlokasi di Hotel Lorin, Solo, turnamen bergengsi se-Asia itu mempertandingkan tiga nomor, yakni standard, rapid, dan blitz (kilat). Rencananya, ada delapan babak yang akan dilaksanakan dalam turnamen yang akan berlangsung hingga 9 Juli 2019 nanti.

Ketua Pelaksana Turnamen Catur Asian Juniors Open & Girls U-20 2019, Dwi Hatmisari mengatakan bahwa tujuan diadakan kejuaraan ini adalah sebagai tangga pecatur Indonesia untuk menuju ke level yang lebih tinggi.

Baca juga: Gengsi Indonesia di Kejuaraan Catur U-20

"Harapannya dengan turnamen ini adalah pecatur kita bisa menjadi juara. Dengan prestasi yang baik langsung dapat gelar internasional master (IM)," terang Dwi, saat dihubungi Kompas.com.

Ketua Pelaksana Turnamen Catur Asian Juniors Open & Girls U-20 2019, Dwi Hatmisari, saat ditemui Kompas.com di Hotel Lorin Solo, Selasa (2/7/2019).KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMAD Ketua Pelaksana Turnamen Catur Asian Juniors Open & Girls U-20 2019, Dwi Hatmisari, saat ditemui Kompas.com di Hotel Lorin Solo, Selasa (2/7/2019).

"Kami berharap pecatur Indonesia juga berkesempatan untuk menimba ilmu atau memperoleh pengalaman. Itu menjadikan satu motivasi yang kuat untuk terus melaju ke atas," katanya melanjutkan.

Dwi Hatmisari menambahkan, dengan suksesnya turnamen ini, Indonesia bisa mendapatkan kepercayaan dari Federasi Catur Dunia, FIDE dan Federasi Catur Asia, Asian Chess Federation.

"Tentunya, kami mengharapkan dengan menjadi tuan rumah. Kami bisa lebih banyak mempertandingan pecatur-pecatur Indonesia yang berpotensi."

"Kalau turnamen ini sukses, kami juga berharap sering mendapat kepercayaan dari FIDE atau Asian Chess Federation untuk terus bisa melaksanakan even-even yang lain," sambung Dwi.

Baca juga: Indonesia Andalkan 4 Pecatur dalam Asian Juniors Open & Girls U-20

Dwi Hatmisari juga menjelaskan ada beberapa alasan menjadikan Solo sebagai tuan rumah kejuaraan catur Asia tahunan itu.

Salah satunya adalah nama Percatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) pertama kali diresmikan di Solo pada 1950.

Yang kedua, Solo pernah melahirkan seorang Grand Master andal dan disegani pada zamannya, Edhi Handoko.

Kemudian di sisi lain, Dwi Hatmisari mencoba memperkenalkan Indonesia dalam bentuk lain.

Ia berharap Indonesia tidak hanya dikenal Jakarta atau Bali saja.

"Perlu kami perkenalkan Indonesia yang lain dan ini selaras dengan misinya Kementerian Pariwisata. Catur bisa juga punya kontribusi untuk pengenalan Indonesia yang lainnya."

"Suasana Solo ini juga cukup tenang dan bagus untuk catur," tutupnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com