Kevin Sanjaya Rindu Bisingnya Penonton Indonesia Open

Kompas.com - 27/06/2019, 07:00 WIB
Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon - Kevin Sanjaya Sukamuljo meluapkan kegembiraan saat bertanding melawan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian - Muhammad Rian Ardianto pada pertandingan final Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). Mereka berhasil menyabet medali emas.KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon - Kevin Sanjaya Sukamuljo meluapkan kegembiraan saat bertanding melawan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian - Muhammad Rian Ardianto pada pertandingan final Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). Mereka berhasil menyabet medali emas.

KOMPAS.com - Setiap ada turnamen bulu tangkis bergengsi di Indonesia, para penonton yang hadir pasti akan selalu memberikan dukungan yang begitu luar biasa terhadap atlet.

Salah satu turnamen yang dinanti-nantikan para penggemar olahraga tepok bulu adalah Indonesia Open yang akan terselenggara di Istora Senayan, Jakarta, pada 16-21 Juli 2019 mendatang.

Bagi Kevin Sanjaya Sukamuljo, penonton Indonesia Open selalu memberikan kesan tersendiri. Ia pun sudah tak sabar untuk merasakan atmosfer tersebut.

Baca juga: Malaysia Jagokan Gol Pemain Asingnya ke FIFA

"Indonesia Open adalah salah satu turnamen favorit saya. Main di Indonesia itu feeling-nya beda sekali. Saya pukul shuttlecock saja sampai tidak terdengar suaranya," kata Kevin saat konferensi pers Indonesia Open 2019 di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Turnamen bulu tangkis di Indonesia memang punya budaya tersendiri. Para penonton yang hendak masuk ke gedung pertandingan biasanya akan disediakan sepasang balon tepuk secara gratis.

Balon tepuk nanti akan dipukul-pukul secara beradu oleh penonton untuk menghasilkan suara riuh sepanjang laga.

Biasanya, penonton akan serentak membunyikan balon pukul tersebut ketika wakil Indonesia atau pebulu tangkis favorit mereka meraih poin.

Bahkan, ketika pemain belum mendapatkan poin pun, bunyi balon tepuk sudah terdengar riuh karena penonton juga menyuarakan yel-yel "In-do-ne-sia".

Pendapat senada juga diutarakan pemain ganda campuran Indonesia, Gloria Emanuelle Widjaja.

Menurut Gloria, penonton bulu tangkis Indonesia sangat berbeda dengan luar negeri yang biasanya cenderung sunyi.

"Suporter Indonesia memang rame banget dibandingkan negara lain. Di luar negeri, pasti sunyi dan biasanya baru tepuk tangan saat pemain dapat poin," kata Gloria.

Baca juga: Indonesia Open 2019, Susy Susanti Pastikan Kondisi Atlet PBSI Fit

"Kalau suporter totalitas, pastinya semanga mereka juga akan terbawa ke lapangan di mana tempat kami bertanding," ucapnya.

Pada Indonesia Open 2019, PP PBSI menargetkan satu gelar juara meski edisi sebelumnya mereka sukses memboyong dua.

Tahun lalu, gelar juara disumbangkan oleh Kevin dan Marcus Fernaldi Gideon (ganda putra) dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran).

Indonesia Open sendiri merupakan satu dari tiga turnamen bulu tangkis BWF yang menyandang status Super 1000. Dua lainnya adalah All England Open dan China Open.

Turnamen tersebut akan menyajikan total hadiah mencapai 1.250.000 dollar AS atau sekitar Rp 17,7 miliar.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X