Pelatih Argentina: Kami Beruntung Masih "Hidup"

Kompas.com - 20/06/2019, 18:15 WIB
Pemain Paraguay, Richard Sanchez, mencetak gol ke gawang Argentina yang dikawal kiper Franco Armani pada laga grup Copa America di Stadion Belo Horizonte, Brasil, 20 Juni 2019 DOUGLAS MAGNOPemain Paraguay, Richard Sanchez, mencetak gol ke gawang Argentina yang dikawal kiper Franco Armani pada laga grup Copa America di Stadion Belo Horizonte, Brasil, 20 Juni 2019
Penulis Alsadad Rudi
|

KOMPAS.com - Pelatih timnas Argentina, Lionel Scaloni, merasa timnya beruntung terhindar dari kekalahan atas Paraguay pada laga kedua Grup B Copa America 2019.

Berlangsung pada Rabu (19/6/2019) atau Kamis pagi WIB, Argentina sempat tertinggal 0-1 lebih dulu.

Argentina selamat dari kekalahan melalui gol penalti Lionel Messi pada menit ke-57. Laga berakhir dengan skor imbang 1-1.

Argentina wajib menang bila masih berharap lolos saat menghadapi Qatar di laga terakhir, Minggu (23/6/2019) atau Senin dini hari WIB.

Baca juga: Maradona Murka, Sebut Para Pemain Telah Lecehkan Seragam Argentina

"Solusinya adalah kami harus menang. Kami beruntung masih 'hidup'," kata Scaloni.

"Kami harus terlihat lebih seperti babak kedua (melawan Paraguay), tetapi lebih seimbang sehingga kami dapat mengendalikan permainan," katanya.

Argentina kini berada di urutan terbawah klasemen Grup B dengan nilai 1, sama dengan yang dikoleksi Qatar, yang menempati posisi ketiga.

Kolombia kokoh di puncak klasemen dengan enam poin, disusul Paraguay di posisi selanjutnya dengan 2 poin.

Saat menghadapi Paraguay, Scaloni mengakui timnya bermain buruk di babak pertama.

Baca juga: Timnas Argentina Diberkati Tuhan tetapi Tak Punya Otak Sepak Bola

Selain tidak bisa mengendalikan permainan atau membuat serangan, Scaloni menilai para pemainnya bermain dengan putus asa.

"Kami memiliki rencana yang sangat jelas, tetapi tidak bisa menjalankannya karena kami terus kehilangan bola. Mereka mencetak gol dengan serangan pertama mereka dan itu menyebabkan kami berada dalam ketidakpastian," ucap Scaloni.

"Untuk tim seperti Argentina, yang merasa selalu harus menang, pukulan pertama sulit dilakukan. Namun, kami meyakinkan para pemain di babak pertama bahwa itu hanya satu gol," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber GOAL
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X