PSSI Evaluasi Laga PSS Vs Semen Padang yang Diwarnai Penalti Kontroversial

Kompas.com - 28/05/2019, 08:34 WIB
Pertandingan pekan ke-2 Liga 1 2019 antara PSS Sleman dengan Semen Padang yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Kab. Sleman, Yogyakarta, Sabtu (25/5/2019) diwarnai dengan penalti kontroversial. liga-indonesia.idPertandingan pekan ke-2 Liga 1 2019 antara PSS Sleman dengan Semen Padang yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Kab. Sleman, Yogyakarta, Sabtu (25/5/2019) diwarnai dengan penalti kontroversial.

KOMPAS.com - Laga PSS Sleman vs Semen Padang pada lanjutan pekan kedua kompetisi Liga 1 2019 akan dievaluasi oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Pada laga yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Kab. Sleman, Yogyakarta, Sabtu (25/5/2019), kedua tim bermain imbang 1-1.

Semen Padang yang bertindak sebagai tim tamu berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol Rosad Setiawan pada menit ke-31.

Baca juga: Taktik Bertahan Jadi Kunci Semen Padang Curi Poin di Kandang PSS

Super Elja, julukan PSS Sleman, menyamakan kedudukan melalui eksekusi penalti Brian Ferreira pada menit ke-73.

Penalti tersebut berbau kontroversial karena sebenarnya tidak ada kontak antara pemain belakang Semen Padang dengan bomber PSS, Kushedya Hari Yudo.

Terkait hal hal tersebut, PSSI bakal mengevaluasi dan menginvestigasi wasit yang bertugas saat itu, Armyn Dwi Sryathin dan kedua asistennya, Fuad Qohar (asisten wasit 1) dan Dedek Duha (asisten wasit 2).

“Kami akan mengumpulkan laporan teknis dari penilai wasit (referee assessor PSSI) dan dari wasit serta asisten wasit itu sendiri,” ujar anggota Komite Wasit PSSI, Purwanto.

“Kami akan analisis kondisi kesehatan dan kebugarannya, penerapan pasal-pasal permainan, pengambilan keputusan selama pertandingan dan cara membaca situasi pertandingan,” Purwanto melanjutkan.

PSSI tidak akan mentolerir setiap pelanggaran peraturan permainan apabila terbukti telah terjadi kesalahan.

Baca juga: Gagal Menang, Pelatih Akui PSS Sleman Tak Tampilkan Performa Terbaik

“Dalam pertandingan itu, secara khusus kami akan mendalami dugaan pelanggaran peraturan permainan pasal 10 dan pasal 12,” tutur Purwanto.

PSSI berencana melakukan pemanggilan terhadap perangkat pertandingan yang bertugas pada partai tersebut.

Jika terbukti melakukan kesalahan, hukumannya adalah dilarang bertugas di kompetisi Liga 1, Liga 2, dan Piala Indonesia 2018.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X