Detail Permintaan Gaji yang Buat Adrien Rabiot Gagal ke Barcelona

Kompas.com - 21/05/2019, 18:00 WIB
Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, merayakan gol yang dia cetak ke gawang Real Madrid dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, pada 14 Februari 2018.CHRISTOPHE SIMON/AFP Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot, merayakan gol yang dia cetak ke gawang Real Madrid dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, pada 14 Februari 2018.

KOMPAS.com - Gelandang Paris Saint-Germain, Adrien Rabiot (24 tahun), sempat dikabarkan bergabung dengan Barcelona musim depan setelah kontraknya di kubu Paris berakhir.

Berita itu bahkan dikonfirmasi oleh media-media papan atas Eropa seperti Le Parisien dan Guardian.

Pada medio Februari, Le Parisien bahkan mengungkapkan kalau keputusan akhir ada di tangan sang pemain.

"Ia belum menanda tangani apa-apa, tetapi jika Adrien ingin mengikat diri, semua akan terselesaikan," tulis media asal Perancis tersebut.

Akan tetapi, transfer batal terlaksana. Sang pemain gagal ke Camp Nou.

Pada Selasa (21/5/2019) pagi waktu Spanyol, media asal Katalonia, SPORT, mengutip portal Paris United, dalam menulis soal situasi terkini Rabiot di Paris.

Baca Juga: Demi Suarez, Messi Minta Barcelona Beli Striker dari Klub Degradasi

Mereka mengatakan bahwa permintaan gaji terlalu tinggi dari sang ibu yang juga menjadi agennya ketika itu, Veronique, digabungkan dengan penampilan impresif gelandang Ajax, Frenkie De Jong, membuat Barcelona cepat-cepat menarik diri dari negosiasi.

Adrien Rabiot terlibat dalam perang dingin dengan PSG setelah menolak penawaran perpanjangan kontrak.

Paris bahkan menempuh langkah untuk memarjinalkan sang pemain dari tim utama, membuatnya berlatih dengan tim junior walau pelatih Thomas Tuchel tidak setuju.

PSG melakukan itu di saat sang pemain kehilangan nenek dan ayahnya.

Baca Juga: Tolak Griezmann, Lionel Messi Sebut Striker yang Harus Dibeli Barcelona

Adalah Barcelona yang memanfaatkan situasi tak mengenakkan tersebut.

Pembicaraan antara pihak Rabiot yang diwakili Veronique dan Eric Abidal, direktur sepak bola Barcelona, awalnya sukses.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X