Filosofi Bayern Muenchen dan Hari Kebangkitan Nasional

Kompas.com - 20/05/2019, 08:25 WIB
Para pemain Bayern Muenchen melakukan selebrasi kemenangan dengan trofi juara usai melawan Eintracht Frankfurt pada pertandingan Bundesliga di Allianz Arena, Jerman, Sabtu (18/5/2019). Bayern Muenchen berhasil memastikan gelar juara Bundesliga musim 2018-2019 setelah pada pekan terakhir atau ke-34 mengalahkan Eintracht Frankfurt dengan skor 5-1. SEBASTIAN WIDMANN/BUNDESLIGA/DFLPara pemain Bayern Muenchen melakukan selebrasi kemenangan dengan trofi juara usai melawan Eintracht Frankfurt pada pertandingan Bundesliga di Allianz Arena, Jerman, Sabtu (18/5/2019). Bayern Muenchen berhasil memastikan gelar juara Bundesliga musim 2018-2019 setelah pada pekan terakhir atau ke-34 mengalahkan Eintracht Frankfurt dengan skor 5-1.

KOMPAS.com - Bayern Muenchen baru saja dinobatkan sebagai juara Bundesliga 1, kasta teratas Liga Jerman, Sabtu (18/5/2019).

Kemenangan telak atas Eintracht Frankfurt pada pertandingan pekan ke-34 Bundesliga musim 2018-2019 berujung gelar ke-29 bagi Die Roten, julukan Bayern Muenchen.

Jumlah 29 gelar itu amatlah fantastis dan menjadikan mereka sebagai klub tersukses di Jerman. Tujuh dari 29 gelar itu didapat Bayern secara beruntun dalam tujuh tahun terakhir.

Baca juga: Kalahkan Frankfurt 5-1, Bayern Muenchen Juara Bundesliga 2018-2019

Prestasi yang mentereng itu membuat Bayern Muenchen tak hanya menobatkan diri sebagai salah satu klub sepak bola terbesar di dunia, pun salah satu merek terbaik di dunia.

Berdasarkan Forbes, Bayern saat ini berada di posisi keempat dunia The Most Valuable Football Brands in the World dengan nilai merek 1.406 juta dollar AS.

Nilai sebesar itu membuat Bayern unggul atas tim kaya lain, seperti Paris Saint-Germain dan Manchester City. Mereka cuma berada di bawah Manchester United serta dua klub raksasa Spanyol, Real Madrid dan Barcelona.

"Saya selalu punya pandangan bahwa Bayern bisa bertransformasi dari klub kecil menjadi merek global," kata Uli Hoeness, presiden klub saat diwawancarai Deutsche Welle pada 2017.

Baca juga: Keranjang Sembako di Museum Bayern Muenchen

Uli Hoeness merupakan sosok penting pada keberhasilan Bayern dalam satu dekade terakhir, baik dari segi prestasi maupun bisnis tersebut.

Legenda sepak bola Jerman itu menanggalkan jabatan manajer tim pada 2009 dan dipromosikan menjadi presiden klub.

Saat pertama kali berpidato dalam kapasitas Presiden Bayern, Uli Hoeness mengingatkan kembali publik Bavaria akan pentingnya filosofi klub, Mia san Mia.

Filosofi itu lantas hadir secara fisik pada 2010 saat perayaan 110 tahun klub. Seperti halnya You'll Never Walk Alone di Liverpool, Mia san Mia juga hadir di tribune Allianz Arena, kostum pemain, hingga instrumen lain klub, seperti media sosial.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X