Neymar Prediksi Mbappe Akan Jadi Pemain Terbaik dalam Sejarah

Kompas.com - 04/03/2019, 12:30 WIB
Striker Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe dan Neymar, berbicara dalam laga Grup B Liga Champions kontra Celtic di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, pada 22 November 2017.
FRANCK FIFE/AFP Striker Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe dan Neymar, berbicara dalam laga Grup B Liga Champions kontra Celtic di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, pada 22 November 2017.

KOMPAS.com - Megabintang Paris Saint-Germain ( PSG), Neymar, memprediksi Kylian Mbappe akan menjadi pemain besar dalam sejarah sepak bola. Pernyataan Neymar merujuk performa pemain berusia 20 tahun tersebut yang sedang menanjak.

Penampilan Mbappe sangat mengesankan sejak pindah ke PSG pada musim panas 2017. Mantan penyerang AS Monaco ini sudah menyumbang 50 gol dalam semua kompetisi yang dilakoni PSG. Jumlah itu dia lengkapi saat melesakkan dua gol ke gawang Caen untuk membawa PSG menang 2-1 dalam lanjutan Ligue 1, Sabtu (2/3/2019).

Baca Juga: PSG Vs Nimes, Mbappe Cetak Rekor, Tuchel Masih Kecewa

Mbappe pun tampil gemilang di level internasional. Dia membawa Perancis juara Piala Dunia 2018 dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik dalam turnamen empat tahunan itu.

Neymar, yang sedang dalam pemulihan cedera metatarsal, memuji rekan setimnya tersebut. Pemain termahal di dunia tersebut tak ragu menyebut Mbappe akan menjadi pemain terbaik di muka bumi ini.

"Hubungan saya dengan dia sangat baik, di dalam maupun di luar lapangan," ujar Neymar kepada media Brasil, Globo.

"Saya memanggil dia 'Golden Boy'. Dia merupakan anak yang punya kasih sayang yang sangat istimewa bagi saya. Dia akan menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah sepak bola dan saya berusaha membantu dia dengan cara terbaik."

Baca Juga: "Neymar dan Mbappe 2.000 Persen Bertahan di PSG"

"Sikap apa pun yang diperlihatkannya dalam latihan atau pertandingan, saya datang dan berbicara kepadanya atau dia datang berbicara denganku, dia seperti seorang saudara. Dengan kompetisi, ini bukan apa yang menuntun kami memenangkan gelar, memikirkan gelar individu... bukan karena itu."

"Kami tidak saling iri. Ketika dia mencetak gol, dia ingin memberi saya umpan, ketika saya memberikan umpan kepadanya, saya ingin dia mencetak gol. Kami memiliki kemitraan ini, seperti yang saya alami bersama Lionel Messi (di Barcelona)."




Close Ads X