Luis Milla Kenang Gempa Lombok dan Cinta Pemain Timnas Indonesia

Kompas.com - 21/12/2018, 11:36 WIB
Pelatih timnas U-23 Indonesia, Luis Milla, memberikan instruksi pada laga PSSI Anniversary Cup 2018 kontra timnas u-23 Korea Utara di Stadion Pakansari, Bogor, pada 30 April 2018.
MUHAMMAD BAGAS/BOLASPORT.COM Pelatih timnas U-23 Indonesia, Luis Milla, memberikan instruksi pada laga PSSI Anniversary Cup 2018 kontra timnas u-23 Korea Utara di Stadion Pakansari, Bogor, pada 30 April 2018.

KOMPAS.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, menyebut peristiwa gempa Lombok pada Juli - Agustus 2018 adalah salah satu kenangan yang tidak bisa dia lupakan.

Saat gempa berkekuatan 6,2 SR terjadi di Lombok Utara, Luis Milla dan para pemain timnas U-23 Indonesia sedang berada di Ubud, Bali.

Luis Milla dan anak asuhnya saat itu sedang menjalani pemusatan latihan jelang Asian Games 2018. Milla mengaku sangat panik dan ketakutan ketika gempa membuat hotel bergetar.

"Selama gempa saya melihat para pemain mulai keluar dari gedung karena merasakan getaran," ujar Milla, sebagaimana dikutip BolaSport.com dari Marca.

"Mereka (pemain) sangat terbiasa (dengan gempa). Mereka memberikan ketenangan kepada saya supaya tidak takut," tutur Milla menambahkan.

Baca juga: Firman Utina Cerita Tentang Kegagalan Tendangan Penalti di Piala AFF 2010

Dari kejadian itu, Milla merasa dirinya sangat dicintai oleh para pemainnya. Menurut Milla, cinta anak didiknya adalah hal terindah yang bisa dia kenang selama melatih di Indonesia.

"Faktanya perlakuan yang saya terima dari para pemain sangat luar biasa. Itu adalah hal terindah selama saya tinggal di sana," kata Luis Milla

"Hal terbaik tentang Indonesia adalah rasa cinta yang saya terima," ujar pelatih asal Spanyol ini.

Di Indonesia, Milla hanya berkesempatan melatih selama satu setengah tahun. Milla dan PSSI kemudian tidak lagi bekerja sama setelah kegagalan Timnas U-23 Indonesia di Asian Games 2018.

Baca juga: Maman Abdurrahman Klarifikasi Tentang Kejadian Final pada Piala AFF 2010

Menurut Milla, para pemain sebenarnya masih menginginkan dirinya bertahan. Namun karena banyak faktor, keinginan para pemain tidak bisa Milla penuhi.

"Para pemain mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin saya untuk tetap (melatih timnas), mereka senang dengan senang dan terus berkembang beberapa bulan ini," ujar pelatih berusia 52 tahun itu.

Proses perpanjangan kontrak Luis Milla saat itu memang menimbulkan polemik. Saling tuding antara pihak Milla dan PSSI pun tidak terhindarkan.

Pada akhirnya, Luis Milla tidak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia. Kini, Luis Milla memilih kembali ke kampung halamannya, Spanyol. (Bagaskara Setyana Adhie Perkasa)



Close Ads X