Asian Games 2018, Prediksi Djanur untuk Timnas U-23 - Kompas.com

Asian Games 2018, Prediksi Djanur untuk Timnas U-23

Kompas.com - 12/08/2018, 16:57 WIB
Legenda hidup Persib, Djadjang Nurdjaman saat diwawancarai media di kediamannya, Antapani, Kota Bandung, Jumat (3/8/2018) sore. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Legenda hidup Persib, Djadjang Nurdjaman saat diwawancarai media di kediamannya, Antapani, Kota Bandung, Jumat (3/8/2018) sore.

BANDUNG, KOMPAS.com - Timnas U-23 Indonesia akan menjalani laga perdana Asian Games 2018 melawan Taiwan, Minggu (12/8/2018). Indonesia tergabung di Grup A bersama Taiwan, Palestina, Laos dan Hongkong.

Legenda hidup Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, memberi prediksi sejauh mana perjalanan Indonesia dalam Asian Games. Melihat peta kekuatan para kontestan, ia memperkirakan Indonesia sanggup melaju setidaknya hingga babak 8 besar.

"Kalau harapan saya sih gak muluk-muluk, kita mengukur diri kalau juara berat sekali. Menurut saya, bisa masuk semifinal sudah sangat terhormat, jadi peringkat 3 atau 4 sudah terhormat. Tapi prediksi saya masuk 8 besar," kata Djanur, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Resmi, Daftar 20 Pemain Timnas U-23 Indonesia untuk Asian Games 2018

Djanur menilai, cabang olahraga sepak bola Asian Games kali ini masih tetap didominasi negara Asia Timur dan Timur Tengah.

"Apalagi kita bermain di lapangan yang kualitasnya bagus, otomatis handicap buat tim lawan tak akan berpengaruh, jadi yang akan menentukan kekuatan tim di lapangan," ucapnya.

Disinggung soal komposisi pemain, Djanur menilai Pelatih Luis Mila telah memilih para pemain terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini.

"Mereka individu yang matang karena sudah berlaga pada liga tertinggi kelasnya, ditambah tiga pemain senior. Saya pikir secara kematangan harusnya mereka sudah matang," kata mantan pelatih PSMS Medan itu.

"Saya pikir caranya Luis Mila dalam mencoba pemain yang ada di Indonesia sudah benar. Dia mencoba banyak pemain dalam berbagai event, itu sudah cukup adil dengan mencoba semua pemain terbaik kita. Tapi sekarang dia sudah menentukan yang layak," tambahnya.

Kendala Lini Depan dan Beban Tuan Rumah

Djanur mengatakan, persoalan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah belum menemukan kualitas striker setajam Boaz Solossa.

"Ini persoalan klasik, karena semua tim juga sama. Sangat sulit mencari pemain depan yang andal dalam mencetak gol. Mungkin tak akan sesulit mencari pemain tengah dan belakang. Belum ada lagi striker sekelas Boaz yang produktif dan mumpuni," ujarnya.

Baca juga: Presiden Joko Widodo: Kemenangan Timnas U-16 Indonesia Kado Terindah bagi Indonesia

Langkah mendatangkan para pemain naturalisasi pun belum memecah persoalan minimnya bomber tajam di Indonesia.

"Kita sudah coba tapi belum ada hasilnya. Saya gak tahu kata-katanya seperti apa tapi yang kita naturalisasi bukan pemain yang usia produktif. Kalau naturalisasi pemain muda yang kita bina mungkin hasilnya akan beda," tutur Djanur.

Persoalan status tuan rumah juga bisa menjadi beban bagi para pemain. Namun, ekspektasi yang tinggi diharapkan tak membuat para pemain grogi.

"Beban selalu ada, tuan rumah dituntut paling tidak masuk semifinal. Seperti halnya negara tuan rumah lainnya. Ini tugas pelatih untuk memompa semangat, beban dimanapun ada tapi harus diminimalisir beban itu jadi satu energi yang menguntungkan," ujarnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X