Messi Tuduh Kasus Pajak merupakan Balas Dendam Real Madrid - Kompas.com

Messi Tuduh Kasus Pajak merupakan Balas Dendam Real Madrid

Kompas.com - 11/06/2018, 11:35 WIB
Lionel Messi merayakan gol ketiga Barcelona ke gawang Chelsea pada pertandingan babak 16 besar Liga Champions di Stadion Camp Nou, 14 Maret 2018.AFP/LLUIS GENE Lionel Messi merayakan gol ketiga Barcelona ke gawang Chelsea pada pertandingan babak 16 besar Liga Champions di Stadion Camp Nou, 14 Maret 2018.

KOMPAS.com — Megabintang FC Barcelona, Lionel Messi, menuduh kasus pajak yang menimpanya merupakan bentuk balas dendam dari Real Madrid.

Kasus penggelapan pajak memang momok yang terus menyudutkan sejumlah pesepak bola papan atas Eropa, utamanya di Liga Spanyol. Beberapa pemain Real Madrid, seperti Cristiano Ronaldo, Luka Modric, dan Xabi Alonso, pernah mendapat tuduhan mangkir dari tugas membayar kewajiban tersebut.

Dilansir BolaSport.com dari Marca, pada 2017 Ronaldo diduga melakukan penipuan pajak sebesar 14,7 juta euro (kini setara Rp 240,39 miliar). Nominal tersebut terkalkulasi dari hak citra sang bintang, yang terhimpun sejak 2011 hingga 2014.

(Baca Juga: Jadwal Lengkap Piala Dunia 2018, Awal dan Akhir di Moskwa)

Pada tahun yang sama, Reuters menulis bahwa Modric diduga enggan mengeluarkan 870.000 euro atau sekitar Rp 14,2 miliar dari hak gambar dirinya dalam iklan.

Media Inggris, London Evening Standard, pun menulis Alonso melakukan penggelapan pajak saat masih membela Real Madrid antara 2011-2012 dengan jumlah 2 juta euro.

Adapun media Spanyol, AS, mengatakan bahwa Messi wajib menyetor 252.000 euro setelah ditengarai tak membayar pajak penghasilan antara 2007 hingga 2009. Meski demikian, sang megabintang Barcelona mengungkapkan hal lain di balik misteri kasus pajak yang pernah menderanya.

Pemain 30 tahun itu menilai bahwa kasus itu hanyalah sebuah usaha yang disengaja untuk menjelekkan citra dirinya di hadapan publik. Bahkan, Messi menuduh pihak Real Madrid sebagai penyebab terseretnya ia dalam lubang kasus.

Sebab, El Real ditengarai tak suka para pemainnya saja yang diterpa isu pajak. Los Blancos ingin membalaskan dendam pada para pemain rivalnya.

"Ada perintah dari Madrid untuk menyerang saya dan mengalahkan saya sehingga mementum itu bisa mereka manfaatkan ketika saya dalam situasi yang lemah," ujar Messi kepada Sport, dilansir BolaSport.com dari Marca.

Meski pada akhirnya Messi setuju membayar denda atas tuduhan penggelapan pajak, ia merasa bahwa insiden itu cukup membekas di ingatannya.

"Sangat sulit untuk hidup melalui itu," ucap Messi menuturkan. (Ahmad Tsalis Fahrurrozi)


Komentar

Close Ads X