Rafli Mursalim, dari Sepak Bola "Nyeker" hingga Jadi Bomber Timnas

Kompas.com - 24/10/2017, 10:27 WIB
Bomber Timnas U-18 M Rafli Mursalim saat hadir dalam acara pembukaan Luga Santri Nusantara (LSN) 2017 di GOR Pajajaran, Bandung, Senin (23/10/2017) malam. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIBomber Timnas U-18 M Rafli Mursalim saat hadir dalam acara pembukaan Luga Santri Nusantara (LSN) 2017 di GOR Pajajaran, Bandung, Senin (23/10/2017) malam.
|
EditorEris Eka Jaya

BANDUNG, KOMPAS.com - Bomber tim nasional U-19 Indonesia, Muhammad Rafli Mursalim, berkisah soal karier sepak bolanya saat mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Al-As'ariyah, Banten, hingga menjadi salah seorang penggawa Garuda Nusantara.

Kecintaannya terhadap sepak bola memang sudah terpupuk sejak kecil. Ilmu sepak bolanya didapat di SSB Villa 2000.

Pada tahun 2016 lalu, ia memutuskan untuk bersekolah di pondok pesantren. Meski berstatus sebagai santri, minatnya dalam bermain bola tak pernah pudar. Dengan fasilitas alakadarnya, ia tetap rajin berlatih.

"Saya dulu bermain dari SSB Villa 2000 dan ketika SMA masuk pondok di Al-As'ariya Banten. Di pondok, lapangan latihan kami kecil, berlantai tanah, pakai lapangan bulu tangkis, dan biasa main nyeker enggak pernah pakai sepatu," ucap Rafli di GOR Pajajaran, Bandung, Senin (23/10/2017) malam.

Baca juga : Cetak Gol bagi Timnas U-19 Indonesia, Rafli Persembahkan untuk Ayah

Hidupnya mulai berubah setelah ia turut serta dalam Liga Santri Nusantara (LSN) 2016. Meski tak membawa timnya juara, Rafli tampil gemilang dengan meraih gelar pencetak gol terbanyak.

Aksinya itu ternyata terpantau radar pelatih Indra Sjafri yang saat itu tengah rajin blusukan mencari amunisi untuk timnas U-19 Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya aktif lima bulan langsung dipanggil timnas. Seleksi sama coach Indra Sjafri. Alhamdulillah saya bisa seperti ini. Ini rezeki dari Allah dan doa orangtua saya," katanya.

Rafli mengakui bahwa kehadiran Liga Santri mengubah nasibnya. Sebab itu, dalam gelaran LSN 2017, ia berharap banyak para santri yang bisa mengikuti jejaknya.

"Harapan saya buat Liga Santri bisa lebih maju lagi, bisa lebih baik lagi, bisa melahirkan banyak pemain potensial dan semoga mereka bisa jadi pemain hebat," katanya.

Baca juga : Liga Santri Siap Lahirkan Pemain Muda dari Kalangan Sarungan

Ia berpendapat, kalangan "sarungan" juga punya kans besar untuk melahirkan bibit muda pesepak bola nasional. Meski begitu, ia berpesan agar para santri tak cepat berpuas diri dan selalu tekun berlatih tanpa harus terkendala fasilitas.

"Saya senang banyak yang berpartisipasi, pesantren se-Indonesia ikut dan saya berharap semoga mereka benar-benar antusias dengan kompetisi ini dan semoga bisa memberikan yang terbaik," katanya. 

"Motivasinya terus berlatih, walaupun gagal berlatih terus, jangan permah menyerah, kalau menyerah akan mematikan semuanya, terus berlatih dan kejar cita-cita," katanya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Liga 2 2021-2022

Jadwal Liga 2 2021-2022

Sports
Rasa Syukur Fajar Alfian Bantu Indonesia Juara Piala Thomas

Rasa Syukur Fajar Alfian Bantu Indonesia Juara Piala Thomas

Badminton
Marko Simic Melempem Lawan Arema FC, Angelo Alessio Pasang Badan

Marko Simic Melempem Lawan Arema FC, Angelo Alessio Pasang Badan

Liga Indonesia
Equestrian Solidarity Challenge, Upaya Kembangkan Olahraga Berkuda Indonesia

Equestrian Solidarity Challenge, Upaya Kembangkan Olahraga Berkuda Indonesia

Sports
Messi Bisa seperti Zidane, Kehilangan Ballon d’Or karena Kasari Lawan

Messi Bisa seperti Zidane, Kehilangan Ballon d’Or karena Kasari Lawan

Liga Lain
Sesal Merah Putih Tak Berkibar karena Sanksi WADA, Salut Indonesia Fokus Juara Piala Thomas

Sesal Merah Putih Tak Berkibar karena Sanksi WADA, Salut Indonesia Fokus Juara Piala Thomas

Badminton
Beri Sanksi yang Membuat Merah Putih Tak Bisa Berkibar di Piala Thomas, Apa Itu WADA?

Beri Sanksi yang Membuat Merah Putih Tak Bisa Berkibar di Piala Thomas, Apa Itu WADA?

Sports
Kalahkan Persija, Arema FC Patahkan 2 'Kutukan' Sekaligus

Kalahkan Persija, Arema FC Patahkan 2 "Kutukan" Sekaligus

Liga Indonesia
Juara Piala Thomas, Pencapaian Terbesar Jonatan Melebihi Asian Games

Juara Piala Thomas, Pencapaian Terbesar Jonatan Melebihi Asian Games

Badminton
Perjuangan Indonesia Berlanjut, Siap Tempur Denmark Open Usai Thomas-Uber

Perjuangan Indonesia Berlanjut, Siap Tempur Denmark Open Usai Thomas-Uber

Badminton
Agar Klub Tak Rugi dan Liga 1 Jalan Terus, Suporter PSS Diminta Tahan Diri

Agar Klub Tak Rugi dan Liga 1 Jalan Terus, Suporter PSS Diminta Tahan Diri

Liga Indonesia
'Kami Persembahkan Juara Piala Thomas untuk Seluruh Rakyat Indonesia...'

"Kami Persembahkan Juara Piala Thomas untuk Seluruh Rakyat Indonesia..."

Badminton
Indonesia Juara Piala Thomas: Terwujudnya Harapan Sang Kapten Hendra Setiawan

Indonesia Juara Piala Thomas: Terwujudnya Harapan Sang Kapten Hendra Setiawan

Sports
Teco Minta Maaf kepada Suporter Terkait Insiden Wawan dan Pacheco

Teco Minta Maaf kepada Suporter Terkait Insiden Wawan dan Pacheco

Liga Indonesia
Bekuk AS Roma, Juventus Asuhan Allegri Berkembang Jadi Mesin Pemenang 1-0

Bekuk AS Roma, Juventus Asuhan Allegri Berkembang Jadi Mesin Pemenang 1-0

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.