Kompas.com - 02/06/2017, 03:41 WIB
Kiper tim nasional U-19 Indonesia, Muhammad Riyandi. FERRIL DENNYS/KOMPAS.comKiper tim nasional U-19 Indonesia, Muhammad Riyandi.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

 


JAKARTA, KOMPAS.com - Tim nasional U-19 Indonesia harus mengakui keunggulan Brasil dengan skor 0-1 dalam pertandingan Grup C Toulon Tournament 2017 di Stade d'Honneur Marcel Roustan, Rabu (31/5/2017).

Di balik kekalahan tersebut, Garuda Nusantara -julukan timnas U-19 - bermain cukup baik setidaknya pada babak kedua. Egy Maulana dan kawan-kawan menciptakan lebih banyak ancaman dan membuat Brasil kesulitan menguasai bola.

Salah satu pemain menonjol pada laga tersebut adalah sang kiper, Muhammad Riyandi. Selain melakukan sejumlah penyelamatan penting, kiper yang merupakan jebolan Liga Kompas Gramedia tersebut memiliki karakter kiper modern.

Dia mampu mengalirkan bola ke rekan yang berada di dekatnya. 

Baca juga: Musik Gamelan Mengalun Saat Timnas U-19 Vs Brasil U-20

Penjaga gawang modern bukan hanya menjaga gawang. Dia juga dituntut menginisiasi serangan, distribusi bola, dan pintar menyapu bola.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keunggulan tersebut ada di dalam diri Riyandi. Ia menjelaskan bahwa dirinya memang dituntut oleh pelatih Indra Sjafri agar bermain lebih banyak menggunakan kaki.

"Awalnya, saya tidak begitu bisa main dari kaki ke kaki. Filosofi pelatih Indra Sjafri ingin membangun serangan mulai dari kiper," kata kiper milik Barito Putera tersebut kepada KOMPAS.com, Kamis (1/6/2017).

"Jadi, kiper harus berani menguasai bola. Dari situ, saya mulai belajar dari hari pertama sampai sekarang," tuturnya menambahkan.

Agar terbiasa bermain modern, Riyandi mengaku selalu "menyantap" menu latihan passing dalam latihan bersama pelatih kiper Jarot Supriadi. Dia juga kerap mempelajari gaya penampilan kiper idolanya, Manuel Neuer.

Baca juga: Inspirasi Ayah dan Messi, Anak Medan Ini Ingin Bela Barcelona

"Yang pertama, saya ingin mencontoh kiper-kiper Eropa yang bermain lebih modern. Mereka berani bermain dari kaki ke kaki. Kalau Neuer, memang idola saya," ujar kiper berusia 17 tahun tersebut.

Kiper bergaya modern merupakan sesuatu hal baru yang ditunjukkan Indra Sjafri. Saat membesut tim nasional U-19 pada 2013, Indra Sjafri memiliki kiper berkarakter konvensional yakni, Ravi Murdianto.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.