Jalu W. Wirajati
Seseorang yang awalnya mengaku paham sepak bola, tetapi kemudian merasa kerdil ketika sudah menjadi wartawan bal-balan per April 2004. Seseorang yang suka olahraga, khususnya, sepak bola, tetapi menikmatinya dari tepi lapangan.

Drama (William) Shakespeare di Leicester City

Kompas.com - 20/03/2017, 07:02 WIB
Claudio Ranieri memberi instruksi kepada Jamie Vardy saat Leicester City bertandang ke markas Hull City, Sabtu (13/8/2016). LINDSEY PARNABY/AFPClaudio Ranieri memberi instruksi kepada Jamie Vardy saat Leicester City bertandang ke markas Hull City, Sabtu (13/8/2016).
EditorHeru Margianto

Tanpa Way, para pemain Leicester seolah hilang kendali. Kartu merah kepada Jamie Vardy atau protes keras saat wasit menghadiahkan penalti pada laga kontra Stoke City, Desember lalu, bisa jadi merupakan efek dari kehilangan Way. 

"To be thus is nothing. But to be safely thus. Our fears in Banquo. Stick deep; and in his royalty of nature. Reigns that which would be feared." - Macbeth 

Hal paling nyata dari perubahan Ranieri adalah putusannya dalam merotasi pemain. Padahal, saat menjadi juara, Leicester menjadi tim yang konsisten karena tak pernah melakukan banyak perubahan.

Situasi berbeda terjadi pada musim 2016-2017. Ranieri seolah kembali ke sifat aslinya. Label The Tinkerman sebagai orang yang suka bergonta-ganti taktik, seperti tertulis di kamus populer Inggris, muncul lagi saat Leicester berupaya mempertahankan gelar.

Formasi 4-4-2—yang bisa bertransformasi menjadi 4-4-1-1— menjadi andalan Ranieri saat Leicester menjadi juara Premier League.

Berdasar Transfermarkt, Ranieri memakai formasi tersebut dalam 37 dari total 38 pertandingan Premier League. Pengecualian terjadi pada laga pamungkas ketika dia menerapkan 4-5-1 dalam laga yang tak lagi menentukan di kandang Chelsea.

Bandingkan dengan musim ini. Dari sumber yang sama, terlihat Ranieri mencoba formasi 4-4-2, 4-2-3-1, 4-3-1-2, 4-1-4-1, bahkan 3-5-2. The Foxes juga terlihat tak lagi bermain menunggu, tetapi selalu mencoba terlebih dahulu mengambil inisiatif serangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu mungkin saja dicoba Ranieri untuk memfasilitasi sejumlah pemain baru yang dibeli dengan total dana belanja 80 juta poundsterling, rekor pengeluaran klub. Namun, putusan-putusan tak populer itu telah menghasilkan nada miring dari internal tim.

Salah satu contohnya adalah ketika memaksa Ahmed Musa bermain di posisi sayap kanan dan menggeser Riyad Mahrez ke gelandang serang saat menghadapi Sevilla pada pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (22/2/2017). Leicester kalah 1-2 pada laga ini.

"Bukan sebuah kejutan karena beberapa kali dia telah membuat putusan gila musim ini," sebut sumber internal Leicester kepada The Telegraph.

Pada awal 2017, para pemain Leicester sebenarnya sudah meminta kepada Ranieri untuk kembali ke formasi andalan seperti pada musim lalu. Akan tetapi, Ranieri menepis semua usulan itu dan seolah menegaskan bahwa hanya boleh ada satu suara di klub, yaitu dari dia!

Sikap otoriter laiknya Julius Caesar itu akhirnya membuat Ranieri kena getahnya. Mosi tidak percaya muncul. Dia pun dianggap sebagai dalang dari performa buruk Leicester musim ini.

Memang, Ranieri tak sepenuhnya bisa disalahkan dalam penurunan performa Leicester. Kehilangan sejumlah pemain kunci dan "star syndrome" yang menjangkit para pemain—terutama ketika menaiki mobil mewah saat diperkenalkan pada awal musim—menjadi penyebab lain penurunan performa tim.

Belum lagi campur tangan Chairman Vichai Srivaddhanaprabh. Pemilik klub asal Thailand itu dianggap telah mengganggu independensi Ranieri sebagai manajer dengan menempatkan Jon Rudkin, orang dekatnya, sebagai direktur teknis tim.

Hanya, sebagai seorang manajer, Ranieri memang menjadi sosok yang paling bertanggung jawab terkait performa tim. Kamis (23/2/2017) atau sehari setelah pertandingan kontra Sevilla, di Hotel Radisson Blu dekat Bandara East Midlands, dia harus menerima putusan pemecatan.

"Semua mimpi saya berakhir kemarin," kata Ranieri sehari setelah dirinya dipecat.

Kisah Shakespeare

Craig Shakespeare yang awalnya berstatus asisten pelatih naik jabatan menjadi manajer sementara. Promosinya Shakespeare berbanding lurus dengan peningkatan performa Leicester.

Dalam tiga pertandingan selepas Ranieri pergi, Vardy dkk meraih tiga kemenangan beruntun, salah satunya melawan tim papan atas, Liverpool. Terbaru, mereka menang 3-2 atas West Ham United, Sabtu (18/3/2017)—kemenangan tandang pertama Leicester di liga sejak 11 bulan lalu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Man United Vs Arsenal: Disaksikan Rangnick, Ronaldo Cetak Sejarah dan Setan Merah Menang 3-2

Hasil Man United Vs Arsenal: Disaksikan Rangnick, Ronaldo Cetak Sejarah dan Setan Merah Menang 3-2

Liga Inggris
Laga Pertama Piala AFF: Thailand Belum Diperkuat Messi Jay, Indonesia Tanpa Egy

Laga Pertama Piala AFF: Thailand Belum Diperkuat Messi Jay, Indonesia Tanpa Egy

Internasional
BWF World Tour Finals: Jokowi Beraksi dan Beri Apresiasi, Marcus/Kevin Tak Berkeringat...

BWF World Tour Finals: Jokowi Beraksi dan Beri Apresiasi, Marcus/Kevin Tak Berkeringat...

Badminton
Hasil Liga Italia Lazio Vs Udinese: Pasukan Sarri Tertahan Hujan Gol 4-4!

Hasil Liga Italia Lazio Vs Udinese: Pasukan Sarri Tertahan Hujan Gol 4-4!

Liga Italia
Jadwal BWF World Tour Finals, Laga Penentu bagi 3 Wakil Indonesia

Jadwal BWF World Tour Finals, Laga Penentu bagi 3 Wakil Indonesia

Badminton
Jebol Gawang Arsenal, Cristiano Ronaldo Jadi Pemain Pertama yang Cetak 800 Gol!

Jebol Gawang Arsenal, Cristiano Ronaldo Jadi Pemain Pertama yang Cetak 800 Gol!

Liga Inggris
Hasil Tottenham Vs Brentford, Kebangkitan Conte Berlanjut, Spurs Berjaya di Derbi London

Hasil Tottenham Vs Brentford, Kebangkitan Conte Berlanjut, Spurs Berjaya di Derbi London

Liga Inggris
Hasil dan Klasemen Liga 1: Bhayangkara FC Jauhi Persib, PSM Gusur Persija

Hasil dan Klasemen Liga 1: Bhayangkara FC Jauhi Persib, PSM Gusur Persija

Liga Indonesia
Babak Pertama Man United Vs Arsenal 1-1, Gol Konyol Fred Injak De Gea Dibalas oleh Bruno

Babak Pertama Man United Vs Arsenal 1-1, Gol Konyol Fred Injak De Gea Dibalas oleh Bruno

Liga Inggris
Dokter Tim Arema FC soal Dokter Gadungan PSS: Si Amin Ini Bikin Ijazah Palsu...

Dokter Tim Arema FC soal Dokter Gadungan PSS: Si Amin Ini Bikin Ijazah Palsu...

Liga Indonesia
Tottenham Vs Brentford, Pasukan Antonio Conte Memimpin di Derbi London

Tottenham Vs Brentford, Pasukan Antonio Conte Memimpin di Derbi London

Liga Inggris
Link Live Streaming Man United Vs Arsenal, Kick-off 03.15 WIB

Link Live Streaming Man United Vs Arsenal, Kick-off 03.15 WIB

Liga Inggris
Link Live Streaming Tottenham Vs Brentford, Kickoff 02.30 WIB

Link Live Streaming Tottenham Vs Brentford, Kickoff 02.30 WIB

Liga Inggris
Belum Ada Informasi Turnamen WTA Kembali ke China

Belum Ada Informasi Turnamen WTA Kembali ke China

Sports
Lazio Vs Udinese: Sarri Ambil Inspirasi dari Liverpool, tapi Ogah Disamakan Klopp

Lazio Vs Udinese: Sarri Ambil Inspirasi dari Liverpool, tapi Ogah Disamakan Klopp

Liga Italia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.