Persela Tanggapi secara Positif Pengunduran Kick-off Liga 1

Kompas.com - 25/02/2017, 07:39 WIB
Pelatih Persela Lamongan Herry Kiswanto bersama pemain muda Persela Nurhardianto saat menghadiri jumpa pers usai pertandingan melawan PSM Makassar di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (12/2/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniPelatih Persela Lamongan Herry Kiswanto bersama pemain muda Persela Nurhardianto saat menghadiri jumpa pers usai pertandingan melawan PSM Makassar di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (12/2/2017). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
|
EditorAloysius Gonsaga AE

LAMONGAN, KOMPAS.com – PSSI telah mengonfirmasi kick-off kompetisi Liga 1 2017 yang sedianya digelar pada 27 Maret 2017, diundur. Meski belum menunjuk tanggal kepastiannya, tetapi kick-off takkan molor hingga satu bulan.

Terkait pengunduran jadwal tersebut, pihak Persela Lamongan memilih menanggapinya secara positif, meski tim Laskar Joko Tingkir sampai saat ini masih diliburkan, usai bertanding pada Piala Presiden 2017.

“Sesuai arahan pelatih kepala (Herry Kiswanto), tim akan kembali berkumpul untuk latihan bersama mulai Senin (27/2/2017) sore di Stadion Surajaya,” ucap asisten pelatih Persela Ragil Sudirman, Jumat (24/2/2017).

“Dan soal kemunduran jadwal, harap ditanggapi positif saja. Karena dengan ditundanya kick-off, akan menjadikan persiapan lebih panjang untuk dapat mematangkan tim sebelum berlaga di kompetisi,” kata dia.

Dengan demikian, Ragil mengaku Persela sedikit tertolong. Sebab, tim masih memerlukan banyak pembenahan, yang terlihat saat berlaga pada Piala Presiden.

“Banyaknya pemain baru dan pemain muda yang bergabung dengan Persela saat ini, membuat kami masih harus mematangkannya lagi. Kami cukup tertolong dengan adanya penundaan kick-off ini,” ujar Ragil.

Hal senada juga diungkapkan pemain Persela, M Agung Pribadi. Ia menambahkan, memang ada beberapa tim maupun pihak yang dirugikan dengan molornya kick-off.

“Tetapi dengan ditundanya kick-off, kan membuat persiapan tim semakin panjang dan waktu itu bisa digunakan untuk mematangkan tim, supaya lebih siap menghadapi kompetisi,” tutur Agung, saat dihubungi secara terpisah.

Ia pun berharap agar semua pihak bisa menyadari hal itu setelah PSSI dan kompetisi resmi vakum dalam setahun lalu. Agung juga mengatakan supaya tim dan semua pihak bisa mengambil hikmah soal ditundanya kick-off.

“Saya yakin, semua ini dilakukan PSSI juga untuk kompetisi yang lebih baik dalam semua hal. Jadi, diambil sisi positifnya saja,” kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X