Persija Terancam Tak Bisa "Nyoblos" dan Nasib Grup A

Kompas.com - 14/02/2017, 12:17 WIB
Gelandang Persija, Ade Jantra, merayakan gol ke gawang PS TNI bersama Ramdani saat kedua tim berlaga Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (10/6/2016). Herka Yaris/Juara.netGelandang Persija, Ade Jantra, merayakan gol ke gawang PS TNI bersama Ramdani saat kedua tim berlaga Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (10/6/2016).
|
EditorFerril Dennys

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemain yang tampil di Piala Presiden 2017 terancam tak bisa menyalurkan hak pilihya pada pemiihan umum kepala daerah (pilkada) pada Rabu (15/2/2017). Salah satunya adalah sejumlah pemain Persija Jakarta.

Tim berjulukan Macan Kemayoran yang tampil di Grup B di Malang, Jawa Timur, belum ada rencana kembali ke Jakarta untuk "nyoblos".

"Kami semua tetap di Malang. Hingga saat ini belum ada info soal pemain yang mau pulang ke Jakarta untuk ikut pilkada," kata media officer Persija, Moses Sousa, seperti dikutip dari Antara, Selasa (14/2/2017).

Persija banyak diperkuat oleh pemain asli Jakarta, antara lain pemain senior Amarzukih, penjaga gawang Andritany Ardiyasa, pemain muda Ryuji Utomo hingga Rezaldi Hehanusa.

Jika dilihat dari jadwal pertandingan Grup B, Persija yang berpeluang lolos ke babak dua Piala Presiden 2017 akan kembali menjalani pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (16/2/2017) atau sehari setelah pilkada DKI Jakarta berlangsung.

Kondisi ini jelas cukup berat bagi pemain Persija untuk meninggalkan tim. Apalagi pemain yang mempunyai hak pilih ini merupakan pilar tim Macan Kemayoran. Ditambah pertandingan melawan Bhayangkara FC ini merupakan babak penentuan.

Anak asuh Stefano "Teco" Cugurra ini berada di posisi dua klasemen Grup B dengan nilai empat poin dari dua pertandingan. Raihan ini sama dengan pemuncak klasemen sementara yaitu Arema FC. Untuk posisi tiga ada Bhayangkara FC dengan tiga poin dan PS TNI dengan nol poin.

Jika mampu mengalahkan Bhayangkara FC, tim Macan Kemayoran dipastikan lolos ke babak kedua. Kondisi tersebut jelas diluar dugaan karena tim yang baru dibangun menjelang turnamen Piala Presiden ini sebelumnya hanya akan mencoba pemain yang dimiliki.

Sementara itu, laga pamungkas Grup A Piala Presiden 2017 yang digelar di Sleman bisa dilaksanakan sesuai jadwal. Laga PSS Sleman melawan Persegres Gresik dan Mitra Kukar kontra Persipura Jayapura tetap digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (15/2/2017)

Laga penentuan bagi empat tersebut sudah mendapat izin dari kepolisian. Izin penyelenggaraan pertandingan dikeluarkan Polda DI Yogyakarta, Senin (13/2/2017), setelah pertemuan antara Polda DIY dan panitia pelaksana pertandingan.

Sebelumnya beredar kabar bila pertandingan terakhir Grup A bakal ditunda karena pelaksanaannya bersamaan dengan Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar serentak  di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulonprogo. Namun, Pilkada tidak memengaruhi jadwal pertandingan Piala Presiden 2017.

“Tidak ada perubahan jadwal atau penundaan pertandingan. Jadi, pertandingan di Grup tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Laga pertama, PSS melawan Persegres dilaksanakan pada pukul 15.00 WIB dan pertandingan kedua digelar pada 18.30 WIB,” terang Ketua Pelaksana Panitia Lokal, Ediyanto.

 

Baca tentang


Sumber JUARA,ANTARA
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X