Penilaian Pelatih PSM Setelah Kandas di Piala Presiden 2017

Kompas.com - 12/02/2017, 18:34 WIB
Gelandang PSM Makasar Willem Jan Pluim saat memberikan keterangan kepada media di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (6/2/2017) malam.  Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniGelandang PSM Makasar Willem Jan Pluim saat memberikan keterangan kepada media di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (6/2/2017) malam.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

BANDUNG, KOMPAS.com - Hasil minor kembali diderita PSM Makassar di Piala Presiden 2017. Terbaru, mereka kalah 1-2 dari Persela Lamongan 1-2 dalam laga kedua Grup C di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu (12/2/2017) sore.

Dalam laga itu, PSM sebetulnya unggul terlebih dahulu lewat tandukan Hosseini Pouya pada menit ke-19. Namun, Persela mampu bangkit pada babak kedua dan membalikan kedudukan menjadi 2-1 melalui gol pemain pengganti, Nurhardianto.

 

Kekalahan itu memaksa tim berjulukan Juku Eja harus angkat koper lebih awal. Sebelumnya, pada laga perdana, PSM kalah 0-1 dari tuan rumah Persib Bandung.

Pelatih PSM, Robert Rene Alberts, mengaku tak begitu menyoroti soal hasil pertandingan. Sebab, sejak awal, Rene Alberts memang tak mematok target tinggi di Piala Presiden.

"Kami sudah memainkan dua pertandingan. Saya tak melihat hasil, yang penting pemain bebas dari cedera," ucap Rene Alberts seusai laga.

 

Menurut dia, pada laga kontra Persiba, kedua tim bermain di tidak optimal lantaran banyak kesalahan terjadi.

"Kualitas dari pertandingan ini ada di level rendah. Banyak kesalaham dari kedua tim. Itu karena kami dipaksa main jor-joran selama tiga minggu pramusim. Namun, yang penting semua pemain tampil semua," tuturnya.

"Saya akan evlausi dengan tim pelatih. Saya tidak melihat dari poin, tetapi saya melihat secara penuh di pertandingan," tuturnya.

Sementara itu, bek Hendra Wijaya mengaku kecewa atas hasil tersebut. Kekalahan itu, menurut Hendra, menjadi pelajaran berharga bagi rekan-rekannya untuk segera memperbaiki performa.

"Yang jelas, kami sebagai orang Makassar kecewa. Namun, ini pelajaran berharga untuk persiapan kami di Liga 1," jawabnya singkat. 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X