Lilipaly: Kami Menyatukan Seluruh Masyarakat Indonesia

Kompas.com - 19/12/2016, 17:00 WIB
Pemain timnas Indonesia Stefano Lilipaly (kiri) berebut bola dengan pemain Thailand, Koravit Namwiset pada laga final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg pertama di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/12/2016). Indonesia menang 2-1 atas Thailand dan akan bertanding di final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg kedua di Stadion Rajamangala, Thailand, Sabtu (17/12/2016) mendatang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPemain timnas Indonesia Stefano Lilipaly (kiri) berebut bola dengan pemain Thailand, Koravit Namwiset pada laga final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg pertama di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/12/2016). Indonesia menang 2-1 atas Thailand dan akan bertanding di final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg kedua di Stadion Rajamangala, Thailand, Sabtu (17/12/2016) mendatang.
|
EditorAloysius Gonsaga AE


JAKARTA, KOMPAS.com - Gelandang Stefano Lilipaly meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kegagalan tim nasional menjuarai Piala AFF 2016.

"Saya mohon maaf kepada semuanya karena kami belum bisa membawa pulang piala itu," tulis Lilipaly di akun Instagram-nya.

Skuad Garuda gagal menjadi juara setelah kalah 2-3 secara agregat dari Thailand. Hasil itu tak lepas dari kekalahan Boaz Solossa dan kawan dari Thailand dengan skor 0-2 pada final kedua di Stadion Rajamangala, Sabtu (17/12/2016).

Menurut Lilipaly, timnas Indonesia sudah bekerja keras untuk mempersembahkan trofi Piala AFF untuk kali pertama. Selain itu, pemain Telstar tersebut juga melihat sisi lain di balik kegagalan Indonesia.  

"Tetapi saya pikir piala itu tidak terlalu penting karena piala hanyalah sebuah simbol. Yang terpenting adalah cara kami berjuang. Kami semua bekerja sama demi negeri kita tercinta INDONESIA. Kami berhasil menyatukan seluruh masyarakat Indonesia bersama dan ini hanya terjadi di sepak bola dan saya sangat bangga akan hal tersebut," ujar Lilipaly.

"Kita tidak butuh piala AFF dan semacamnya, yang kita butuhkan adalah kecintaan dan perjuangan sampai mati untuk membuat negeri lebih baik lagi dalam segala hal. Kita semua bersatu di sini dan kita semua berdiri bersama. Saya merasa sangat bangga menjadi orang Indonesia. Kita tunjukkan pada semua siapa kita (INDONESIA)!!! One day we will bring this Trophy Home," sambung gelandang berusia 26 tahun tersebut.

Perjuangan timnas memang layak mendapatkan apresiasi. Pasukan Alfred Riedl sempat dihadapi berbagai masalah sebelum timnas terbentuk.

Masalah pertama terkait dari sanksi FIFA sehingga tak ada kompetisi resmi sebagai wadah pencarian bakat timnas. Setelah setahun dibekukan, sanksi itu baru dicabut pada Mei 2016.

Masalah kedua muncul terkait pemilihan pemain. Lantaran kompetisi nonresmi masih bergulir, pelatih Alfred Riedl hanya diizinkan menarik dua pemain dari tiap klub peserta TSC 2016.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal Liga Jerman Pekan Ini, Peluang Erling Haaland Pertajam Rekor

Jadwal Liga Jerman Pekan Ini, Peluang Erling Haaland Pertajam Rekor

Bundesliga
Persebaya Vs Persik, Arahan Aji Santoso untuk Supriadi

Persebaya Vs Persik, Arahan Aji Santoso untuk Supriadi

Liga Indonesia
Tolak Bayaran Tyson Fury, Deontay Wilder Siap Aktifkan Klausul Trilogi

Tolak Bayaran Tyson Fury, Deontay Wilder Siap Aktifkan Klausul Trilogi

Sports
Perubahan Besar Madura United Buat Jaimerson Optimistis Tatap Liga 1 2020

Perubahan Besar Madura United Buat Jaimerson Optimistis Tatap Liga 1 2020

Liga Indonesia
Rio Haryanto Siap Dukung Pengembangan Digital Motor Sports Akademi

Rio Haryanto Siap Dukung Pengembangan Digital Motor Sports Akademi

Sports
All England 2020, Gregoria Harus Bisa Atasi Kelemahannya Ini

All England 2020, Gregoria Harus Bisa Atasi Kelemahannya Ini

Badminton
Andai Terima Tantangan Ayah Tyson Fury, Haye yang Jagokan Wilder Kehilangan Rp 1,8 Miliar

Andai Terima Tantangan Ayah Tyson Fury, Haye yang Jagokan Wilder Kehilangan Rp 1,8 Miliar

Sports
Arsenal Vs Olympiakos, Kekalahan Menyakitkan bagi The Gunners

Arsenal Vs Olympiakos, Kekalahan Menyakitkan bagi The Gunners

Liga Lain
Persebaya Vs Persik, Pelatih Akui Persiapan Persik Sedikit Terkendala

Persebaya Vs Persik, Pelatih Akui Persiapan Persik Sedikit Terkendala

Liga Indonesia
Man United Vs Club Brugge, Mimpi Besar Ighalo yang Jadi Kenyataan

Man United Vs Club Brugge, Mimpi Besar Ighalo yang Jadi Kenyataan

Liga Lain
VIDEO - Arsenal Vs Olympiakos, Kegagalan Aubameyang Depan Gawang

VIDEO - Arsenal Vs Olympiakos, Kegagalan Aubameyang Depan Gawang

Sports
Persebaya Vs Persik, Rapor Pramusim Kedua Tim Jelang Liga 1 2020

Persebaya Vs Persik, Rapor Pramusim Kedua Tim Jelang Liga 1 2020

Liga Indonesia
Jelang Shopee Liga 1 2020, Persaingan Kiper Persib Masih Ketat

Jelang Shopee Liga 1 2020, Persaingan Kiper Persib Masih Ketat

Liga Indonesia
5 Hal Menarik dari Babak 32 Besar Liga Europa, Ajax dan Arsenal Keok

5 Hal Menarik dari Babak 32 Besar Liga Europa, Ajax dan Arsenal Keok

Liga Lain
Persib Vs Persela, Maung Bandung Pantang Terpeleset di Laga Perdana

Persib Vs Persela, Maung Bandung Pantang Terpeleset di Laga Perdana

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads X