Kompas.com - 09/12/2016, 09:03 WIB
Striker tim nasional Thailand, Teerasil Dangda (kanan), merayakan gol ke gawang Myanmar pada partai leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Thuwanna, Yangon, Minggu (4/12/2016) petang. Dok. AFF Suzuki Cup 2016Striker tim nasional Thailand, Teerasil Dangda (kanan), merayakan gol ke gawang Myanmar pada partai leg pertama semifinal Piala AFF 2016 di Stadion Thuwanna, Yangon, Minggu (4/12/2016) petang.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

KOMPAS.com - Operan-operan pendek menjadi ciri dalam permainan tim nasional (timnas) Thailand pada era kepelatihan Kiatisuk Senamuang.

Gaya tersebut menyerupai tiki-taka ala Barcelona. Namun, Kiatisuk menyematkan istilah lain untuk pemainan timnya.

"Menerima, berlari, mengoper, menerima, berlari, mengoper, dan begitu seterusnya. Itulah tik-tok," ucap Kiatisuk kepada Singapore Straits Times, 28 November 2016.

Bukan tanpa sebab Kiatisuk menerapkan gaya tersebut. Dia melihat bahwa para pemainnya memiliki keterbatasan dalam hal tinggi badan.

Ambil contoh di skuad Thailand saat ini. Hanya ada tiga pemain non-kiper dengan tinggi di atas 180 sentimeter, yaitu Siroch Chatthong, Teerasil Dangda, dan Koravit Namwiset.

Bahkan, salah satu pemain terbaik mereka, Chanatip Songkrasin alias Messi Jay, cuma memiliki tinggi 160 sentimeter.

"Bayangkan Jay sebagai Ferrari nan cepat. Namun, ketika dia menuju ke palang, mana yang menang? Penghalang tentunya," kata Kiatisuk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itulah sebabnya kami harus mengoper bola dengan cepat. Ada banyak pemain bertubuh besar ingin menjegal dia," ujar dia.

ANJU CHRISTIAN/KOMPAS.com Pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang, menonton siaran langsung laga antara Myanmar dan Kamboja di Novotel Araneta Center, Rabu (23/11/2016).

Gaya tik-tok kembali melekat dalam permainan Thailand pada Piala AFF 2016.

Statistik pasukan Kiatisuk ketika melawan Indonesia pada partai pertama fase grup bisa menjadi tolak ukur. Dicatat Labbola, Thailand melakukan 495 operan, berbanding 253 milik Indonesia.

Aksi utak-atik Thailand meningkat saat menang 1-0 atas Singapura. Mereka melakukan 626 operan, sedangkan Singapura cuma 111.

Besar kemungkinan, kecenderungan serupa terlihat ketika Thailand melawan Indonesia dalam dua partai final Piala AFF 2016.

Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu pada Rabu (14/12/2016). Kandang yang dipilih kemungkinan Stadion Pakansari. Lalu, Thailand balik menjamu Indonesia di Stadion Rajamanggala, Sabtu (17/12/2016).



Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.