Rencana Pellegrini Mainkan Kompany Bisa Picu Perselisihan

Kompas.com - 08/04/2016, 22:12 WIB
Kapten Manchester City, Vincent Kompany, alami cedera betis pada laga versus Dynamo Kyiv di Stadion Etihad, Selasa (15/3/2016). PAUL ELLIS/AFPKapten Manchester City, Vincent Kompany, alami cedera betis pada laga versus Dynamo Kyiv di Stadion Etihad, Selasa (15/3/2016).
EditorAloysius Gonsaga AE

LONDON, KOMPAS.com - Manajer Manchester City, Manuel Pellegrini, berencana memainkan kapten Vincent Kompany pada pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain. Hal ini ditengarai bisa memicu pertikaian dengan pelatih timnas Belgia.

Manchester City akan menjamu PSG di Etihad Stadium, Selasa (12/4/2016). Klub elite Premier League ini berhasil meraih hasil imbang 2-2 ketika menyambangi markas PSG pada Rabu (6/4), meski tidak diperkuat Kompany.
 
Kompany, yang kerap diganggu cedera betis pada musim ini, tidak bermain sejak mengalami cedera lutut saat melawan Dynamo Kyiv pada 15 Maret. Kondisi kapten timnas Belgia itu dikabarkan sudah membaik dan berpeluang bermain pekan depan.

"Kami akan memantaunya sepanjang pekan dan apa yang ia tingkatkan," ujar Pellegrini kepada para pewarta. "Pada beberapa hari terakhir, ia bekerja dengan sangat baik. Kami harus menguji dia dengan intensitas lebih dan sangat sulit untuk mengatakannya sekarang," ucap manajer asal Cile itu.

Namun pelatih timnas Belgia, Marc Wilmots, menilai Kompany belum siap untuk tampil dalam waktu dekat. Dia pun mengkhawatirkan Kompany bisa cedera lagi, yang tentu saja sangat merugikan bagi Belgia yang akan berlaga pada putaran final Piala Eropa 2016 di Perancis pada Juni-Juli nanti. Karena alasan itulah, Wilmots berharap pemain 29 tahun tersebut tak segera dimainkan.

"Vincent Kompany menderita robek otot betis, yang berarti ia akan memerlukan lima sampai delapan pekan untuk kembali. Saya berbicara kepadanya melalui telepon. Ia memiliki hasrat yang besar. Kita lihat saja pada 16 Mei," kata Wilmots.

Ini bukan pertama kalinya bek tengah berpengaruh itu berada di tengah-tengah perselisihan klub melawan negara. Pada Oktober, Kompany masuk dalam skuad Belgia untuk pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016 melawan Andorra dan Israel, meski ia telah absen sejak September setelah mendapat cedera ketika melawan Juventus, dan Pellegrini mengatakan ia tidak dapat bermain.

Pada 2013, pendahulu Pellegrini, Roberto Mancini, mengkritik Wilmots karena memainkan Kompany saat melawan Macedonia setelah kembali dari absen dua bulan akibat cedera.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X