Pesepak Bola Muda Ini Ingin "Kalahkan" Evan Dimas

Kompas.com - 26/10/2014, 15:59 WIB
Pemenang Nike Most Wanted Indonesia 2014, Meydi Rifki Aji Saputra (kanan) bersama mantan pelatih tim nasional Indonesia, Danurwindo, dalam acara seleksi final Nike Most Wanted di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, Minggu (26/10/2014). Kompas.com / Ary WibowoPemenang Nike Most Wanted Indonesia 2014, Meydi Rifki Aji Saputra (kanan) bersama mantan pelatih tim nasional Indonesia, Danurwindo, dalam acara seleksi final Nike Most Wanted di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, Minggu (26/10/2014).
Penulis Ary Wibowo
|
EditorAry Wibowo
JAKARTA, KOMPAS.com - Meydi Rifki Aji Saputra (17), pemenang program Nike Most Wanted 2014 yang diprakasai Nike Indonesia, berharap bisa meraih kesuksesan dalam proses seleksi tahap global Nike Most Wanted di London, Inggris.

Meydi terpilih sebagai pemenang setelah mendapat nilai tertinggi saat proses final seleksi yang berlangsung di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, Minggu (26/10/2014). Final seleksi itu diikuti 15 pemain yang berhasil lolos dari proses seleksi di lima kota Indonesia sejak awal November lalu.

Nike Most Wanted, sebelumnya bernama Nike The Chance. Sejak 2010, program ini memberi kesempatan pelatihan khusus kepada pemain-pemain muda berbakat di berbagai belahan dunia. 

Salah satu pesepak bola muda Indonesia yang merupakan jebolan ajang pencarian bakat ini adalah kapten tim nasional Indonesia U-19, Evan Dimas Darmono. Namun, langkah Evan Dimas tidak berlangsung mulus karena tidak lolos dalam seleksi tahap pertama final global di Barcelona pada 2012.

Meydi mengaku bahwa dirinya memang mengagumi sosok Evan Dimas saat bermain bersama skuad Garuda Jaya. Gelandang bertahan asal SSB Pamong Praja Garut itu pun berharap bisa tampil lebih baik lagi di seleksi tahap final global.

"Aku kagum dengan Evan Dimas. Tetapi, aku punya tekad untuk bisa melebihi Evan Dimas (dalam seleksi final global di London) agar bisa membawa nama Indonesia lebih baik dan membuat bangga keluarga," ungkap Meydi.

Mantan pelatih timnas Indonesia, Danurwindo, yang memimpin proses seleksi di Jakarta, menilai Meydi memiliki kemampuan di atas rata-rata dari 14 pemain lainnya. Namun, menurutnya, Meydi harus tetap fokus saat mempersiapkan seleksi tahap global di London.

"Dia (Meydi) cerdas dalam mengambil keputusan di lapangan, lalu kerjasama dan skil yang dia miliki juga bagus. Selain itu, dia juga bisa bermain di dua posisi sebagai bek tengah dan gelandang," kata Danurwindo.

"Semoga dia bisa tetap fokus dalam camp khusus selama sebulan sebelum ke London. Karena beberapa hal seperti salah satunya bahasa bakal menjadi rintangan bagi para pemain muda Indonesia yang bersaing di sana," tambahnya.

Meydi akan mengikuti Nike Most Wanted 2014 tahap global di Nike Academy, FA Centre of Excellence di St. George's Park, London, Inggris pada 25 November mendatang. Di sana dia bersaing dengan ratusan calon pemain dari puluhan negara untuk mendapatkan beasiswa Nike Academy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X