Jelang Final Piala Dunia: Minggu, Rio De Janeiro Jadi Berlin

Kompas.com - 12/07/2014, 20:00 WIB
Seorang fan Argentina minum bir dan melambaikan bendera negaranya di kendaraannya di dalam Sambadrome yang dibuka untuk para pendukung memarkir dan berkemah guna menyaksikan final antara Argentina dan Jerman di ajang Piala Dunia 2014 di Rio de Janeiro, Brasil, pada 11 Juli 2014. Final akan berlansung pada 13 Juli. AFP/YASUYOSHI CHIBASeorang fan Argentina minum bir dan melambaikan bendera negaranya di kendaraannya di dalam Sambadrome yang dibuka untuk para pendukung memarkir dan berkemah guna menyaksikan final antara Argentina dan Jerman di ajang Piala Dunia 2014 di Rio de Janeiro, Brasil, pada 11 Juli 2014. Final akan berlansung pada 13 Juli.
|
EditorAloysius Gonsaga AE

Ia menambahkan, tim ”Panser” lebih layak menjadi juara karena pasukan asuhan Joachim Loew itu tampil lebih bagus di Piala Dunia 2014. Jika prediksi Leandro terwujud, akan tercipta sejarah baru. Sejarah itu adalah untuk pertama kali tim Eropa menjadi juara saat Piala Dunia digelar di Benua Amerika.

Rivalitas Brasil dan Argentina di Amerika Selatan, menurut Rodrigues dan Leandro, menjadi alasan mereka lebih memilih Jerman. Brasil dan Argentina sama-sama pernah menjadi juara dunia.

Brasil sudah lima kali meraih trofi Piala Dunia, sedangkan Argentina baru dua kali. Kedua negara juga pernah melahirkan mahabintang kelas dunia. Brasil dengan Pele, sementara Argentina dengan Diego Maradona.

Sinis terhadap Tango

Di Amerika Selatan, hanya ada tiga negara yang pernah menjadi juara. Selain Brasil dan Argentina, ada Uruguay yang pernah menjadi kampiun pada tahun 1930 dan 1950.

”Celakanya, kali ini, ketika Piala Dunia digelar di Brasil, hanya Argentina yang masih berpeluang jadi juara. Brasil kalah di semifinal, Uruguay tersisih di 16 besar. Lebih baik Jerman yang juara daripada Argentina,” lanjut Rodrigues.

Sikap sinis terhadap segala hal berbau Argentina kerap dimunculkan warga Brasil, terkadang langsung di hadapan pendukung tim Tango. Saat suporter Argentina mendominasi Pantai Copacabana, sebagian warga Brasil mencibir dan menyebut mereka sebagai kelompok yang ”selalu berisik”.

Dalam beberapa kesempatan di Fan Fest Rio de Janeiro, para pendukung Brasil dan Argentina kerap saling mencemooh. Pendukung Brasil meledek Argentina yang baru juara dua kali, Brasil sudah lima kali. Suporter Argentina membalas dengan menyanyikan lagu yang syairnya mengatakan, Maradona lebih hebat dari Pele.

Bagi suporter fanatik Argentina seperti Gerardo Perez, meraih gelar juara dunia di Maracana merupakan kepuasan terbesar. Brasil belum pernah juara dunia di Maracana.

Perez yakin, kali ini Argentina akan menjadi yang kedua setelah Uruguay pada 1950. Gerardo yang menempuh 3.000 kilometer dari Sato, Buenos Aires, ke Rio de Janeiro menggunakan mobil itu sangat yakin Argentina akan juara di Maracana.

”Kami akan berpesta di Maracana. Argentina akan juara dan saya akan memasang replika Piala Dunia di atas kap mesin mobil saya dan bernyanyi terus dari Rio hingga Sato,” ujar Gerardo bersemangat.

Gerardo merupakan satu dari sekitar 100.000 suporter Argentina yang diperkirakan memadati Rio saat final Minggu. Invasi suporter tim Tango ini sudah dimulai Kamis dengan ”menguasai” Pantai Copacabana.

Lautan suporter berkostum garis vertikal biru putih itu berpesta di Copacabana. Minggu, mereka akan ikut berjuang bersama Lionel Messi dan kawan-kawan untuk meruntuhkan ”Tembok Berlin” di Maracana.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X