Jamu Arsenal, Timnas Simulasi untuk Hadapi Kualifikasi Piala Asia

Kompas.com - 13/07/2013, 02:52 WIB
Pemain tim sepak bola Arsenal Oliver Giroud membubuhkan tanda tangan ke penggemar setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (12/7/2013). Dalam tur pramusim 2013-2104 di Indonesia, Arsenal akan bertanding melawan Indonesia Dream Team pada 14 Juli 2013. KOMPAS / YUNIADHI AGUNGPemain tim sepak bola Arsenal Oliver Giroud membubuhkan tanda tangan ke penggemar setibanya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (12/7/2013). Dalam tur pramusim 2013-2104 di Indonesia, Arsenal akan bertanding melawan Indonesia Dream Team pada 14 Juli 2013.
Penulis Ary Wibowo
|
EditorPalupi Annisa Auliani


JAKARTA, KOMPAS.com
— Pelatih tim nasional Indonesia, Jacksen F Tiago, mengatakan pertandingan timnas melawan Arsenal, Minggu (14/7/2013), akan menjadi laga simulasi untuk menghadapi babak kualifikasi Piala Asia 2015. Pada Oktober mendatang, timnas akan berhadapan dengan China untuk babak kualifikasi tersebut.

"Melawan Arsenal juga akan saya manfaatkan untuk mengevaluasi pemain baru," ujar Jacksen sesuai memimpin latihan timnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (11/7/2013) malam. Dia berharap strategi yang disiapkan pelatih bisa berjalan dengan baik saat berhadapan dengan The Gunners.

Jacksen mengaku telah mempelajari dan menyiapkan tim untuk berhadapan dengan China. Strategi yang akan dipakai timnas saat menjamu The Gunners, sebut dia, merupakan strategi yang akan dipakai untuk menghadapi China.

Sejauh ini, kata Jacksen, tim pelatih sudah melakukan evaluasi pertandingan timnas melawan Belanda pada 7 Juni lalu. Ia menilai, melihat kondisi dan persiapan selama berada di pemusatan latihan, anak asuhnya sudah menunjukkan perkembangan positif.

"Intinya, kami akan membangun sebuah konsep matang yang dimiliki Indonesia. Saya harap para pemain menjaga pola makanan dan istirahat agar bisa tampil maksimal," kata Jacksen.

Setelah menjamu Arsenal, Indonesia akan menghadapi dua klub raksasa Eropa, yaitu Liverpool dan Chelsea. Sebelumnya, ketika menghadapi Belanda di GBK, Indonesia dipaksa menyerah tiga gol tanpa balas setelah dibobol kreasi sepasang gol Siem de Jong dan satu gol Arjen Robben.

Laga melawan China pada 15 Oktober mendatang cukup penting bagi Indonesia untuk memberikan harapan berkiprah di Piala Asia 2015 mendatang. Saat ini, Indonesia duduk di posisi buncit karena kalah di dua laga. China berada di urutan kedua dengan tiga poin dari dua pertandingan.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X