Turbulensi Pasca-Mourinho

Kompas.com - 19/07/2011, 20:57 WIB
EditorAloysius Gonsaga

Pada musim ketiganya, Mourinho mendatangkan Andriy Shevchenko, juara Liga Champions bersama AC Milan, serta Ashley Cole dan Michael Ballack, finalis kompetisi yang sama bersama Arsenal dan Leverkusen. Geliat transfer ini menunjukkan hasrat "The Special One" untuk memenuhi ambisi Abramovich melihat Chelsea sebagai juara Eropa. Akan tetapi, harapan itu harus pupus di tengah jalan.

"The Blues" kembali tersingkir oleh Liverpool pada babak semifinal serta gagal mempertahankan hegemoninya di liga akibat keberhasilan MU menjadi juara dengan keunggulan enam poin di atas mereka. Mereka memang tetap bisa membawa pulang trofi Piala Liga dan Piala FA ke Stamford Bridge, tetapi Abramovich tampaknya mulai kehilangan kesabaran.

Mourinho mengawali musim 2007/2008 dengan hasil yang kurang memuaskan. John Terry dkk harus menelan kekalahan dari Aston Villa serta dua kali bermain imbang melawan Blackburn Rovers dan Rosenborg. Setelah beberapa saat, para petinggi Chelsea memutuskan untuk mengakhiri ikatan kerja sama mereka dengan Mourinho. Sebuah akhir yang tak mengenakkan bagi manajer tersukses sepanjang sejarah Chelsea itu.

Setelah menganggur selama hampir satu musim, Mourinho menampik tawaran menjadi manajer timnas Inggris dan menerima jabatan sebagai suksesor Roberto Mancini di Inter Milan. Ia segera merekrut Ricardo Quaresma, Amantino Mancini, dan Sulley Muntari untuk memperkuat timnya di tengah dan sisi sayap. Sayangnya Quaresma dan Mancini gagal bersinar dan lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan sepanjang musim. Quaresma bahkan sempat dipinjamkan ke Chelsea dengan tujuan untuk mengembalikan performanya. Akan tetapi, ia tetap tampil melempem.

Musim pertama, Mourinho sukses melaluinya dengan meraih Piala Super Italia dan menjuarai Serie A. Lalu seperti layaknya tim-tim yang ditangani Mourinho sebelumnya, mereka punya kebiasaan untuk mencapai puncak performa pada musim kedua bersama mantan asisten Sir Bobby Robson itu. Setelah beradaptasi dan memperkuat fondasi tim pada musim pertama, musim kedua adalah saatnya unjuk gigi.

Hal itu didukung kedatangan pemain-pemain baru yang sukses menjadi tumpuan Inter di berbagai lini, seperti Lucio di belakang, Wesley Sneijder di tengah, serta Samuel Eto’o dan Diego Milito di depan. Terbukti, Inter sukses menjadi tim Italia pertama yang meraih treble winner dengan menjadi yang terbaik di tiga ajang berbeda, Serie A, Piala Italia, dan Liga Champions. Mourinho pun berubah dari sosok antagonis paling dibenci, menjadi protagonis yang dipuja berbagai media Italia.

Kesuksesan yang didapat tidak menghalangi Mourinho untuk menerima pinangan raksasa Spanyol, Real Madrid. Hubungannya yang kurang harmonis dengan media dan beberapa pelatih klub Italia juga menjadi pemicu terjadinya transfer ini. Selain itu, Spanyol adalah satu-satunya negara dengan kompetisi liga terbaik di Eropa yang belum ditaklukkan Mourinho. Kesempatan untuk membesut "Los Blancos" tentu tidak ia tolak begitu saja.

Seperti biasa, Mourinho menatap musim pertama dengan membentuk fondasi dengan mendatangkan pemain-pemain yang dirasa tepat bagi kebutuhan tim. Duo Jerman Mesut Oezil-Sami Khedira, pemain sayap asal Argentina Angel Di Maria, serta eks anak asuhnya di Porto dan Chelsea, Ricardo Carvalho, ia labuhkan di Santiago Bernabeu. Dengan berpusat pada Cristiano Ronaldo, Oezil dan Di Maria di lini serangnya, Madrid menjadi tim tersubur di Liga Spanyol musim 2009/2010. Mereka sukses mencetak 102 gol, lebih banyak tujuh gol dari sang juara Barcelona.

Madrid juga berhasil memecundangi Barcelona pada final Piala Raja melalui gol tunggal Ronaldo di laga yang berlangsung sengit dan keras. Akan tetapi, mereka mendapatkan nasib yang berbanding terbalik saat berhadapan dengan Barcelona di liga dan dan Liga Champions. Mereka harus kalah 0-5 oleh tim besutan Pep Guardiola itu di liga, dan tersingkir di babak semifinal Liga Champions oleh lawan yang sama. Barcelona pun menjadi pemuncak klasemen akhir La Liga dengan keunggulan empat poin atas Madrid sebagai runner-up.

Mourinho kali ini benar-benar diajak berpikir keras untuk menemukan cara mengalahkan Barcelona pada musim depan. Akan tetapi, bek andalan Madrid, Carvalho, mengungkapkan optimismenya. "Ia selalu ingin berkembang, dari hari pertama dan setiap hari," kata mantan bek Porto itu. "Bersamanya, Anda selalu belajar setiap hari; tahun keduanya lebih baik dari yang pertama karena pemain saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik, dan itu sudah terjadi di Porto dan Chelsea."

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiket Persib Vs Persija: Ribuan Bobotoh Unjuk Rasa, Serukan Tuntutan

Tiket Persib Vs Persija: Ribuan Bobotoh Unjuk Rasa, Serukan Tuntutan

Liga Indonesia
Harry Maguire Lebih Mirip Kelinci Terkejut daripada Bek Berwibawa

Harry Maguire Lebih Mirip Kelinci Terkejut daripada Bek Berwibawa

Internasional
Jadwal Persib Vs Persija, Laga Klasik Pertama Luis Milla

Jadwal Persib Vs Persija, Laga Klasik Pertama Luis Milla

Liga Indonesia
Daftar Pemain Tersubur Timnas Argentina: Messi Tak Tertandingi

Daftar Pemain Tersubur Timnas Argentina: Messi Tak Tertandingi

Internasional
SES Alfaink Jadi Kampiun Free Fire Master League

SES Alfaink Jadi Kampiun Free Fire Master League

Sports
Argentina Vs Jamaika, Messi Beri 'Hadiah' ke Penyusup Lapangan

Argentina Vs Jamaika, Messi Beri "Hadiah" ke Penyusup Lapangan

Internasional
Arema FC Vs Persebaya, Perut Mulas hingga Kontrol Makan dan Berat Badan

Arema FC Vs Persebaya, Perut Mulas hingga Kontrol Makan dan Berat Badan

Liga Indonesia
Pelatih Curacao soal Laga Keras Lawan Indonesia: Sulit Kendalikan Emosi...

Pelatih Curacao soal Laga Keras Lawan Indonesia: Sulit Kendalikan Emosi...

Liga Indonesia
Daftar Top Skor Internasional: Messi Lewati Legenda Malaysia, Ronaldo Masih Jauh

Daftar Top Skor Internasional: Messi Lewati Legenda Malaysia, Ronaldo Masih Jauh

Internasional
Beda Ronaldo dan Messi Saat FIFA Matchday: La Pulga 4 Gol, CR7 Ompong

Beda Ronaldo dan Messi Saat FIFA Matchday: La Pulga 4 Gol, CR7 Ompong

Internasional
Persib Vs Persija: Efek Luis Milla Terasa, Maung Bandung Lebih Optimistis

Persib Vs Persija: Efek Luis Milla Terasa, Maung Bandung Lebih Optimistis

Liga Indonesia
SEA Women Basketball League, Peluang Baru bagi Basket Putri Indonesia

SEA Women Basketball League, Peluang Baru bagi Basket Putri Indonesia

Sports
Erick Thohir-Anindya Bakrie Resmi Miliki Saham Mayoritas Oxford United

Erick Thohir-Anindya Bakrie Resmi Miliki Saham Mayoritas Oxford United

Liga Inggris
Alasan Marc Klok Absen pada Laga Kedua Timnas Indonesia Vs Curacao

Alasan Marc Klok Absen pada Laga Kedua Timnas Indonesia Vs Curacao

Liga Indonesia
Fakta Unik Indonesia Vs Curacao: Gol Dimas dan Dendy, Sinergi TNI-Polri

Fakta Unik Indonesia Vs Curacao: Gol Dimas dan Dendy, Sinergi TNI-Polri

Liga Indonesia
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.