Salin Artikel

Kelebihan Muatan di Tengah, Barcelona Perlu Galang Dana 124 Juta Euro

KOMPAS.COM - Sorotan datang ke para pemain lini tengah Barcelona. Pasukan Ernesto Valverde kelebihan muatan di sentral lapangan sehingga peran pemain seperti Ivan Rakitic dan Arthur Melo menjadi pertanyaan dengan beban di neraca keuangan klub semakin besar.

Barcelona memang punya tujuh gelandang tengah musim ini.

Sergio Busquets, Frenkie De Jong, Arthur Melo, Sergi Roberto, Ivan Rakitic, Carles Alena, dan Arturo Vidal memperebutkan tempat sebagai tiga gelandang sentral di formasi 4-3-3 favorit Ernesto Valverde.

Frenkie De Jong menjadi pemain yang paling banyak tampil dari nama-nama di atas.

Pemain muda anyar asal Belanda ini telah tampil 768 menit di La Liga Spanyol musim ini.

Nama kedua di daftar tersebut adalah Sergi Roberto dengan catatan 647 menit, walau pemain bernomor punggung 20 tersebut kerap diturunkan sebagai bek kanan bergantian bersama Nelson Semedo.

Sergio Busquets adalah gelandang tengah ketiga yang paling sering turun dengan mengoleksi waktu 629 menit.

Harian Spanyol, Marca, menyoroti peran empat gelandang Barcelona: Arthur Melo, Arturo Vidal, Ivan Rakitic, Carles Alena.

Nama pertama merupakan pemain yang paling "mending" dari kuartet tersebut, menurut Marca.

"Ia adalah seseorang yang secara teori memiliki keunggulan dibanding yang lain," tutur Marca.

Media sama melanjutkan bahwa dua gol dan tiga assist dalam enam laga La Liga Spanyol menunjukkan bahwa ia layak menjadi komponen penting di lini tengah Barcelona.

Situasi sebaliknya terjadi dengan Arturo Vidal yang sudah tak kerasan di Camp Nou.

"Saya tak bahagia, saya tidak bahagia," ujar Arturo Vidal dalam wawancara dengan El Mercurio minggu ini ketika membicarakan perannya di Barcelona.

Arturo Vidal hanya dua kali menjadi starter dari 10 laga Liga Spanyol musim ini, jauh dari harapan pemain berusia 32 tahun tersebut.

Peman yang mencetak gol kontra Real Valladolid pada medio pekan ini menjadi sosok incaran klub Liga Italia, Inter Milan.

Hal tersebut dilaporkan oleh La Gazzetta dello Sport yang mengutarakan kalau Antonio Conte, mantan pelatihnya di Juventus, ingin merekrut sang gelandang.

"Saya melewati masa-masa hebat bersama Antonio Conte. Lompatan kualitas pada permainan saya datang di bawah bimbingannya," ujar Vidal beberapa waktu lalu.

Selain Vidal, gelandang senior lain, Ivan Rakitic, juga mendapat sorotan.

Marca menekankan betapa penting Rakitic bagi lini tengah Barcelona. Sejak ia datang pada 2014, Barca memenangkan 4 gelar liga, 4 Copa del Rey, dan titel Liga Champions.

Semua itu berubah musim ini dengan sang pemain merupakan sosok yang paling mungkin dilepas. "Ia sudah hilang sama sekali dari radar Valverde", tulis Marca.

 Akan tetapi, satu pemain yang membela Ivan Rakitic adalah mantan kapten Barcelona, Andres Iniesta.

"Saya tak akan melepasnya, ia pemain hebat. Apa yang telah ia tunjukkan selama ini sungguh luar biasa," tuturnya, seperti dikutip dari El Mundo Deportivo.

"Mungkin tahun ini perannya berkurang tetapi hal itu tak menghilangkan fakta kalau ia adalah pemain hebat."

Pemain terakhir di daftar tersebut adalah Carles Alena.

Pelatih Valverde telah beberapa kali mengungkapkan kalau pemain jebolan La Masia ini berlatih dengan baik dan layak turun.

Akan tetapi, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Alena hanya bermain 46 menit musim ini dari total 900 menit yang telah berlangsung di La Liga Spanyol.

Alhasil, tiga nama tadi, Ivan Rakitic, Arturo Vidal, dan Carles Alena bisa menjadi jalan terbaik Barca untuk menggalang dana untuk memperbaiki keuangan mereka.

Barcelona memang harus mengumpulkan 124 juta euro dari penjualan pemain agar neraca keuangan mereka untuk musim 2019-2020 tidak merah.

Kubu Camp Nou harus memastikan suntikan dana tersebut sebelum 30 Juni 2020.

Selain demi memenuhi batas akhir laporan keuangan, akhir Juni juga momen di mana Barcelona membayar bagian kedua gaji pemain mereka (pertama adalah akhir Januari).

Menurut beberapa sumber, gaji para pemain Barca berdiri di angka 663 juta euro pada musim 2018-2019.

Alhasil, klub harus punya cadangan dana segar, sesuatu yang tak selalu mereka miliki.

"Musim lalu, Barcelona meminjam 140 juta euro dari sebuah perusahaan kredit asal New York dan musim ini besar kemungkinan mereka akan melakukan hal sama," tulis Telegraph.

Menjaga kelancaran cashflow penting bagi Barcelona.

Di bawah konsitutusi Barca, dewan direksi klub punya waktu dua tahun untuk membenahi keadaan apabila rasio hutang keuangan terhadap laba kotor sebelum bunga dan pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) melebihi dua kali lipat. 

Gagal melakukannya dalam jangka waktu tersebut dan para dewan direksi harus mengundurkan diri.

Sebagai perbandingan, rasio hutang terhadap EBITDA klub-klub Liga Spanyol di bawah naungan La Liga berada di angka 0,9X suatu angka terendah sepanjang sejarah.

Namun, pertemuan para anggota Barcelona di AGM pada awal Oktober ini menunjukkan bahwa beberapa anggota telah was-was dengan kondisi keuangan Barca.

Dewan direktur Barcelona bahkan dikatakan mengakselerasi penjualan Jasper Cillessen ke Valencia pada Juni 2019 demi menjaga agar neraca keuangan klub tetap aman.

https://bola.kompas.com/read/2019/11/02/10400088/kelebihan-muatan-di-tengah-barcelona-perlu-galang-dana-124-juta-euro

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.