Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Xavi Mundur dari Barcelona: Tak Dihargai, Senin-Jumat Terasa Berat

Kompas.com - 03/02/2024, 07:30 WIB
Farahdilla Puspa,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

Sumber ESPN

KOMPAS.com - Xavi Hernandez memutuskan pergi dari Barcelona pada akhir musim. Salah satu alasannya karena ia tak lagi menikmati pekerjaan sebagai pelatih Barca. 

Keputusan itu disampaikan Xavi setelah Barcelona menelan kekalahan 3-5 dari Villarreal pada Minggu (28/1/2024) dini hari WIB. Padahal, ia masih punya kontrak hingga 2025. 

Dilansir dari ESPN, Xavi mengakui bahwa ia merasa lelah dan tidak lagi menikmati hari-harinya sebagai juru taktik Barcelona. 

"Saya akan pergi karena sudah dua setengah tahun dan saya merasa tidak ada kompensasi yang layak untuk menjadi pelatih Barca," ucap Xavi. 

Baca juga: Xavi Tetap Akan Mundur meski Barcelona Juara Liga Champions

"Anda berjuang melawan banyak hal dan itu membuat lelah. Anda tidak menikmati hari demi hari. Bahkan, saya melihat itu pada para manajer yang telah meraih kemenangan di sini," ucapnya. 

"Di klub lain, ada kompensasi. Arrasate (pelatih Osasuna) mengatakan kepada saya bahwa ia menikmati hari Senin hingga Jumat. Saya tidak, itulah perbedaan besar," ujar Xavi. 

Xavi juga sudah menyampaikan keputusannya ke Presiden Barcelona, Joan Laporta, dan menilai bahwa klub memerlukan perubahan. 

"Di Inggris, Jerman, dan negara-negara lain, saya yakin mereka menikmati profesi ini. Itulah yang saya katakan kepada presiden. Saya selalu jujur dan mulai 30 Juni harus ada perubahan arah," ucapnya. 

Baca juga: Punya Sentuhan Emas, Messi Cocok Jadi Pelatih Barcelona Gantikan Xavi

Selain itu, Xavi juga merasa pekerjaannya tidak dihargai di Spanyol. 

"Di luar Spanyol, pekerjaan yang telah kami lakukan sangat dihargai oleh insan sepak bola," ucap mantan pemain Barcelona ini. 

"Semua orang mengucapkan selamat kepada kami atas pekerjaan yang telah kami lakukan," kata Xavi melanjutkan. 

"Bahkan, para pelatih lain di LALIGA seperti Imanol Alguacil (Real Sociedad), Marcelino (Villarral), Arrasate. Namun, di Spanyol hal itu tidak dihargai," kata dia. 

Baca juga: Pemain Barcelona Mau bersama Xavi sampai Mati

Meski sudah teguh meninggalkan Barcelona, Xavi tetap bertanggung jawab untuk berupaya mengantarkan timnya meraih hasil positif pada akhir musim. 

Barcelona masih berpeluang meraih dua gelar musim ini yaitu LALIGA dan Liga Champions. 

"Kami telah melakukan pekerjaan dengan baik dan masih berharap untuk mengakhiri musim ini dengan baik," ucap Xavi. 

Barcelona selanjutnya akan bertamu ke markas Deportivo Alaves di Stadion Mendizorroza pada Minggu (4/2/2024) pukul 00.30 WIB. 

Robert Lewandowski dkk saat ini menempati peringkat keempat klasemen LALIGA dengan 47 poin di bawah Real Madrid (57 poin), Girona (55), dan Atletico Madrid (47). 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Guinea Kalahkan Indonesia dan Lolos Olimpiade, Ulangi Sejarah 56 Tahun

Guinea Kalahkan Indonesia dan Lolos Olimpiade, Ulangi Sejarah 56 Tahun

Internasional
Proliga 2024, Bandung bjb Tandamata Serukan Bangkit Usai Takluk

Proliga 2024, Bandung bjb Tandamata Serukan Bangkit Usai Takluk

Liga Indonesia
Bayer Leverkusen ke Final Liga Europa: 49 Laga Tak Terkalahkan, Rekor Baru di Eropa

Bayer Leverkusen ke Final Liga Europa: 49 Laga Tak Terkalahkan, Rekor Baru di Eropa

Liga Lain
Kepala Witan Sulaeman Dijahit Usai Lawan Guinea

Kepala Witan Sulaeman Dijahit Usai Lawan Guinea

Timnas Indonesia
Erick Thohir Bidik Indonesia Tampil di Olimpiade Los Angeles 2028

Erick Thohir Bidik Indonesia Tampil di Olimpiade Los Angeles 2028

Timnas Indonesia
Jangan Pernah Menangis, Coach Shin Tae-yong

Jangan Pernah Menangis, Coach Shin Tae-yong

Liga Indonesia
Jadwal MotoGP Perancis 2024, Tekad Sang Juara Dunia Taklukan Le Mans

Jadwal MotoGP Perancis 2024, Tekad Sang Juara Dunia Taklukan Le Mans

Motogp
Erick Thohir Apresiasi Perjuangan Indonesia, Skuad Garuda Punya Generasi Emas

Erick Thohir Apresiasi Perjuangan Indonesia, Skuad Garuda Punya Generasi Emas

Timnas Indonesia
Atmosfer Sendu Ruang Ganti Timnas U23 Indonesia Usai Urung ke Olimpiade

Atmosfer Sendu Ruang Ganti Timnas U23 Indonesia Usai Urung ke Olimpiade

Timnas Indonesia
Hasil Liga Europa: Atalanta Vs Leverkusen di Final, Sejarah bagi Sang Dewi

Hasil Liga Europa: Atalanta Vs Leverkusen di Final, Sejarah bagi Sang Dewi

Liga Lain
Erick Thohir: Terima Kasih, Skuad Garuda Muda!

Erick Thohir: Terima Kasih, Skuad Garuda Muda!

Timnas Indonesia
Apresiasi Presiden FIFA Terhadap Perjuangan Timnas U23 Indonesia

Apresiasi Presiden FIFA Terhadap Perjuangan Timnas U23 Indonesia

Timnas Indonesia
Hasil Piala Asia U17 Putri 2024: Timnas Indonesia Kalah Telak dari Korsel

Hasil Piala Asia U17 Putri 2024: Timnas Indonesia Kalah Telak dari Korsel

Timnas Indonesia
Hasil Timnas U23 Indonesia Vs Guinea 0-1: Garuda Kalah, STY Kartu Merah, Olimpiade Harus Menunggu

Hasil Timnas U23 Indonesia Vs Guinea 0-1: Garuda Kalah, STY Kartu Merah, Olimpiade Harus Menunggu

Timnas Indonesia
LIVE Timnas U23 Indonesia Vs Guinea 0-1: Penalti Lawan Gagal, STY Dapat Kartu Merah

LIVE Timnas U23 Indonesia Vs Guinea 0-1: Penalti Lawan Gagal, STY Dapat Kartu Merah

Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com