Curhat Umuh Muchtar Setelah Persib Kembali Raih Hasil Imbang - Kompas.com

Curhat Umuh Muchtar Setelah Persib Kembali Raih Hasil Imbang

Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
Kompas.com - 10/10/2017, 07:25 WIB
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar diwawancarai media usai laga Persib vs Persija, Sabtu (22/7/2017) malam.KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar diwawancarai media usai laga Persib vs Persija, Sabtu (22/7/2017) malam.

BANDUNG, KOMPAS.com - Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, kecewa. Pangkal sebabnya, Maung Bandung tak mampu menunjukkan taringnya di kandang sendiri setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Barito Putera, Senin (9/10/2017) malam.

Hasil itu memperpanjang catatan imbang Persib menjadi 12 kali, lima di antaranya terjadi secara beruntun.

Umuh Muchtar langsung meluapkan keluh kesahnya, menyikapi kondisi Persib yang tak kunjung membaik. Bagi Umuh, peringkat ke-11 menjadi aib bagi tim sebesar Persib.

"Ya, tadi hasil seri, saya bilang kalau (draw) di kandang itu sudah dianggap kalah. Kecewa, siapa yang tidak kecewa, saya mohon maaf kepada bobotoh," kata Umuh.

"Saya juga heran tidak mengerti, kenapa susah sekali (menang) dan kemarin main banyak peluang, tadi pun juga banyak peluang, tetapi dewi fortuna belum berpihak," ucap Umuh seusai laga.

Baca juga: Asisten Pelatih Persib Kecewa Banyak Peluang Tak Jadi Gol

Ia pun tak habis pikir dengan keberuntungan yang tak kunjung berpihak. Padahal, secara permainan, Persib sudah tampil menyerang dan mendikte permainan.

"Saya mohon maaf kepada para bobotoh, semua pemain juga kecewa, semua juga ngeluh. Ini sial, beberapa (pertandingan) kali ini," kata dia.

Umuh pun mencoba realistis. Target duduk di posisi lima besar sudah dikubur. Ia kini fokus memperbaiki performa Persib di sisa laga agar tak terjerembap ke dasar klasemen.

"Ke depan, kami berusaha menyelamatkan untuk tidak degradasi. Sayang, tadinya kami kejar lima besar karena Persib itu nama besar," ucap Umuh.

Dia mengakui, di putaran pertama, performa Persib sangat anjlok seiring dengan menyeruaknya masalah di internal tim dan manajemen. Namun, harapan itu kembali muncul saat Persib menang besar atas Sriwijaya di Palembang.

Namun, siapa sangka, kemenangan itu justru menjadi awal petaka Persib. Setelah menundukan Sriwijaya, Persib tak bisa menang sekali pun. Semua laga berakhir remis.

"Kami kembali dari awal putaran pertama, itu yang sangat hancur, dikira sekarang sudah ada perbaikan. Kemarin sudah bagus lawan Srwijaya, di situ saya sudah ada harapan. Namun, inilah main bola. Kami ingin menang, tetapi ya apa yang saya ingin katakan lagi cuma minta maaf kepada bobotoh, para pencinta Persib," tuturnya.

Umuh pun sadar jika kondisi Persib saat ini kian menggiring opini bobotoh yang kerap menyebut dirinya terlalu ikut campur dalam urusan teknis.

Baca juga: Imbang Lagi, Persib Punya Enam Catatan Unik

"Kalau pemain siapa yang main duluan, cadangan, saya sudah serahkan kepada pelatih sepenuhnya. Mereka yang tahu di lapangan, mohon maaf pasti bobotoh kecewa tadi banyak yang berteriak, saya tidak menyalahkan," ujarnya.

Ia pun sempat berpikir untuk mengikuti jejak Djadjang Nurdjaman yang memilih mundur seusai didesak bobotoh. Namun, bagi Umuh, mundur dari jabatan saat ini bukan keputusan yang ideal.

"Saya kemarin (berpikir) mundur, mundur, tapi kalau saya mundur dalam keadaan begini sama dengan membunuh. Makanya, saya paksakan, saya harus bertanggung jawab," ujarnya.

Umuh pun memaklumi kekecewaan bobotoh saat ini. Namun, ia berharap luapan emosi bobotoh tak dilampiaskan secara berlebihan. Ia justru mengajak agar bobotoh terus mendukung Persib untuk melecut semangat para pemain.

"Memang saya juga pernah jadi bobotoh, walaupun sudah main habis-habisan tetap saja. (Cemoohan) sudah biasa, tetapi jangan berlebihan, mudah-mudahan ke depan Persib lebih baik. Insya Allah kami lebih kondusif lagi," katanya. 

PenulisKontributor Bandung, Dendi Ramdhani
EditorEris Eka Jaya
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM