Jumat, 24 Maret 2017

Bola / Internasional

Ikon Sepak Bola Putri Jepang Pensiun

YOSHIKAZU TSUNO/AFP Homare Sawa mengumumkan pengunduran dirinya dari pentas sepak bola pada jumpa pers di Tokyo, Kamis (17/12/2015).


TOKYO
, KOMPAS.com
- Ikon sepak bola putri Jepang, Homare Sawa, memutuskan mundur dari lapangan hijau. Dia mengumumkannya pada jumpa pers di Tokyo pada Kamis (17/12/2015). 

"Saya merasa sudah tak sanggup lagi bersaing di level atas," ucap Sawa. 

Sawa merupakan kapten Nadeshiko - julukan tim nasional putri Jepang - saat menjadi juara dunia pada Piala Dunia Wanita 2011. Saat itu, dia juga mencatat prestasi secara individu.

Gelandang serang kelahiran 6 September 1978 itu terpilih sebagai pemain terbaik turnamen. Dia juga menjadi pencetak gol terbanyak dengan torehan 5 gol.

Pengumuman pengunduran diri Sawa itu sudah "bocor" sejak satu hari sebelumnya. Hal itu dikatakan oleh pelatih Nadeshiko, Norio Sasaki.

"Dia memimpin Nadeshiko selama sekian tahun. Sawa merupakan pemain hebat yang bermain di Piala Dunia dan Olimpiade," ujar Sasaki, Rabu (16/12/2015). 

"Sawa mencetak gol dalam beberapa momen krusial. Sayang, dia memilih pensiun. Saya berharap dia bisa bersinar pada tahapan berikutnya dalam hidup," tuturnya lagi.

Salah satu momen penting Sawa terjadi pada final Piala Dunia Wanita 2011. Saat itu, dia mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-117 guna memaksakan hasil 2-2 melawan Amerika Serikat.

Jepang pun menjadi juara setelah menang 3-2 pada adu tendangan penalti. Inilah gelar pertama Nadeshiko di kancah Piala Dunia Putri.

"Kesedihan saya melebihi dari keinginan untuk mengucapkan terima kasih atas kerja keras (Sawa)," tutur bek Azusa Iwashimizu menceritakan suasana di internal Nadeshiko.

"Dia merupakan sosok hebat di dalam dan luar lapangan," ucap Mantan rekan satu tim Sawa di timnas dan Yomoiuri Beleza, Eriko Arakawa. "Saya merasa beruntung bisa bermain bersama dia."

Shunsuke Nakamaura, pesepak bola putra Jepang, juga menunjukkan rasa sedihnya atas pengunduran diri Sawa dari lapangan hijau.

"Saya terkejut dan sedih. Dia telah memengaruhi banyak orang, tidak hanya untuk sepak bola putri tetapi sepak bola secara keseluruhan di Jepang. Nomor 10 dan kapten amat cocok melekat di dia," ucap Mantan pemain Celtic itu.

Sawa menawali karier di Yomiuri Beleza pada 1991. Dia kemudian menjalani karier di berbagai klub, termasuk di Amerika Serikat bersama Atlanta Beat dan Washington Freedom. Sejak 2011, dia bergabung dengan INAC Kobe Leonessa.

Sepanjang berkarier di Jepang, dia mempersembahkan 11 gelar Liga Nadeshiko bagi Beleza dan INAC Kobe Leonessa.

Bersama timnas putri Jepang, Sawa tampil 205 kali dan mencetak 83 gol. Juara dunia 2011 menjadi prestasi terbaiknya.

Gelar juara dunia itu mengantarkan dia meraih FIFA Ballon d'Or 2011. Pada 2014, dia masuk Asian Football Hall of Fame.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Jalu Wisnu Wirajati
Sumber: Japan Times,